Simak! Ini Skenario Lengkap Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 29 Des 2021 06:45 WIB
Mulai hari ini berbagai harga BBM turun serentak, mulai dari bensin premium, solar, Pertamax hingga Pertalite. Harga premium di wilayah Jawa-Madura-Bali turun dari Rp 7.400/liter jadi Rp 7.050/liter.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah bakal menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite. Untuk Premium, rencananya dilakukan pada tahun depan.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Premium akan dihapus karena Indonesia akan menuju energi hijau. Peta jalannya sudah disusun Kementerian ESDM.

"Itu pertama dalam rangka energi hijau ya. Ini juga, dan yang kedua tentu juga ada aspek lain efisiensi, tetapi yang nomor satu itu. Oleh karena itu kita akan mulai 2022 ini," katanya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2022).

Sementara, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah memberikan ketentuan untuk menjual bahan bakar beroktan minimal 91. Sementara, Premium merupakan BBM beroktan 88.

"Satu adalah ketentuan dari Ibu Menteri LHK pada 2017 ada ketentuan mengurangi karbon emisi maka direkomendasikan agar BBM yang dijual itu adalah minimum (oktan) 91," kata Nicke.

Nicke menyarankan agar masyarakat mulai beralih ke BBM jenis Pertalite karena memiliki oktan yang lebih tinggi. Dia mengatakan, Program Langit Biru sendiri sebetulnya mendorong masyarakat beralih dari Premium ke Pertalite.

Pertalite memiliki oktan 90 yang notabene belum sesuai dengan ketentuan dari Menteri LHK. Untuk itu, ke depannya masyarakat juga didorong untuk beralih menggunakan Pertamax yang memiliki oktan 92.

"Kami pun akan mendorong masyarakat untuk menggunakan yang lebih baik lagi. Supaya tadi ada sesuai dengan ketentuan minimum 91 kemudian lari ke Pertamax," katanya.

Namun, untuk saat ini Nicke memastikan BBM jenis Pertalite tak akan dihapus meski hanya beroktan 90.

"Tetapi tidak ada kebijakan hari ini yang untuk menghapuskan Pertalite. Itu tidak ada," tegasnya.

Lihat juga video 'Tinggal 7 Negara yang Pakai Bensin Setara Premium, Masih Mau Pakai?':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)