Kesalahan Besar di Balik Krisis Batu Bara RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 09 Jan 2022 10:39 WIB
Alat berat merapikan tumpukan batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022). Pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, BUMN beserta anak perusahaan pertambangan untuk mengutamakan kebutuhan batu bara dalam negeri dan melarang perusahaan untuk melakukan ekspor batu bara selama satu bulan sejak 1 Januari hingga 31 Januari 2022. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Krisis batu bara yang melanda Indonesia disebut-sebut karena adanya kesalahan besar dalam pengelolaan energi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan seharusnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri karena merupakan negara penghasil batu bara.

Erick mengambil langkah untuk mencopot Direktur Energi Primer PT PLN (Persero) Rudy Hendra Prastowo. Hendra dicopot karena PLN mengalami krisis batu bara dan berpotensi mengganggu pasokan listrik.

Pengganti Rudy adalah Hartanto Wibowo yang disebut sebagai top talent di perusahaan listrik pelat merah itu. Hartanto masih berusia muda dan dinilai punya kemampuan mumpuni untuk membenahi masalah krisis batu bara.

Dia juga menyoroti negara lain yang tak punya sumber daya alam tidak mengalami krisis energi. "Artinya apa, ada sesuatu yang harus kita perbaiki bersama-sama," ujar dia, di Kementerian BUMN.

Menurut dia, pasokan energi ini memang sudah diamati sejak awal tahun 2021 lalu. Apalagi sejak La Nina melanda dan hal ini berdampak pada distribusi batu bara.

Dia bahkan sudah memimpin rapat ini sejak Januari, ketika ada kekurangan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk listrik.

Erick menambahkan seharusnya siklus pasokan sudah diantisipasi. Dia bilang, sebuah kesalahan besar jika masalah pasokan ini tidak terencana.

"Karena itu kalau kita sebagai negara yang punya sumber daya alam besar, tidak punya rencana, apalagi tidak menjaga untuk tidak jadi krisis, ini adalah kesalahan besar," katanya.

Erick menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan pentingnya tanjung jawab bersama untuk pembangunan perekonomian. Lanjutnya, ekonomi tidak akan meningkat tanpa kehadiran listrik.

"Tidak mungkin ekonomi kita terus meningkat tanpa listrik. Wong mobilnya aja pakai listrik nanti," ujarnya.



Simak Video "Pemerintah Cabut Larangan Ekspor Batu Bara, PKS: Kebijakan Plin-Plan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)