Jokowi: Tahun Ini Kita Setop Ekspor Bahan Mentah Bauksit!

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 10 Jan 2022 14:14 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Foto: Presiden Jokowi (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertegas komitmennya terkait hilirisasi produk pertambangan. Dia menegaskan bahwa tahun ini akan dilakukan penyetopan ekspor bahan mentah bauksit dan dilanjutkan hingga emas.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pidato dalam acara Peringatan HUT ke-49 PDI Perjuangan, Senin (10/1/2022).

Awalnya Jokowi menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk membangun kemandirian bangsa salah satunya melalui hilirisasi industri. Menurutnya sudah sejak penjajahan Indonesia selalu hanya bisa ekspor bahan mentah.

"Hilirisasi industri, industrialisasi akan terus ditingkatkan karena kita tidak ingin sejak VOC kita selalu mengirim bahan-bahan mentah mengirim raw material ke luar negeri," tuturnya.

Padahal, lanjutnya, jika bisa melakukan hilirisasi pertambangan bisa memberikan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Hal itulah yang membuat pemerintah sejak 2020 telah menyetop ekspor nikel bahan mentah.

Tak berhenti sampai di nikel, Jokowi kembali menegaskan bahwa tahun ini pemerintah akan menyetop ekspor bahan mentah bauksit.

"Bahan mentah nikel telah kita setop di tahun 2020. Tahun ini segera juga akan kita stop ekspor bahan mentah bauksit," tegasnya.

Tak hanya itu, tahun depan pemerintah juga berniat untuk menyetop ekspor bahan mentah tembaga. Diharapkan dengan begitu tercipta hilirisasi dan membuka lapangan kerja yang baru.

"Sebagai contoh saat kita menstop bahan mentah nikel saat lalu saat ekspor kurang lebih Rp 25 triliun. Karena hanya ekspor bahan mentah. Sekarang karena diekspor adalah barang setengah jadi dan barang jadi angka ekspor kita mencapai US$ 21 miliar atau kurang lebih hampir Rp 280 triliun. Lompatan yang sangat besar inilah yang ingin kita lakukan untuk bahan-bahan mineral yang kita miliki baik itu nikel, bauksit, tembaga timah maupun emas dan lain-lainnya," tuturnya.

(das/eds)