ADVERTISEMENT

Ekspor Batu Bara Sudah Dibuka Lagi? Pengusaha Bilang Begini

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 21:17 WIB
Arsjad Rasjid resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Periode 2021-2026 melalui Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/7/2021)
Ketua Kadin Arsjad Rasjid (Foto: Agus/KADIN)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan belasan kapal batu bara sudah siap berlayar ke luar negeri mulai hari ini. Dengan kata lain ekspor batu bara kembali diizinkan.

Setidaknya Luhut mengatakan ada 14 kapal yang sudah memiliki muatan penuh batu bara dan sudah dibayar oleh pihak pembeli akan dilepas ke luar negeri. Kapal-kapal itu diverifikasi oleh Ditjen Minerba dan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla). Bakamla juga melakukan pengawasan agar kapal tak berizin tak bisa mengangkut batu bara ke luar negeri.

Namun, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan sejauh yang diketahui, pemerintah baru akan membuka izin ekspor atau mencabut larangan ekspor.

"Kan belum ada suatu keputusan. Jadi saya tidak baik untuk mengatakan karena belum ada suatu keputusan bagaimana, tapi yang sudah ada adalah bahwa akan ada namanya untuk dibuka kembali (pintu ekspor batu bara)," katanya ditemui di Hutan Kota by Plataran, Selasa (11/1/2022).

Dia menuturkan bahwa kepentingan dalam negeri memang harus diutamakan, dalam hal ini untuk memastikan kecukupan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara milik PT PLN (Persero).

Lalu yang kedua baru berbicara soal ekspor batu bara. Menurutnya pintu ekspor harus secepatnya dibuka kembali.

"Memang harus secepatnya kita membuka karena walaupun bagaimanapun kita harus menghargai semua kontrak-kontrak internasional sebagai reputasi Indonesia," sebut Arsjad.

Dia menekankan agar para pihak tak hanya memikirkan solusi jangka pendek melainkan untuk jangka panjang. Dalam hal ini dipahaminya bahwa diperlukan gotong royong.

"Tapi balik lagi bahwa harapannya secepatnya memang ekspor dibuka karena bahwa reputasi Indonesia dan kita tidak mau adanya force majeure. Jadi dengan demikian kita bersama mengharapkan itu terjadi. namun sebelum itu sekarang ini memastikan bahwa semua aman, ketersediaan dan juga sampai dengan logistiknya," tambahnya.

(toy/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT