Menteri ESDM Sebut Ekspor Batu Bara Dibuka, Tapi Syaratnya Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 16:51 WIB
Pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pelarangan ekspor batubara periode 1 hingga 31 Januari 2022.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM menyatakan akan segera membuka ekspor batu bara. Saat ini pemerintah, tengah menunggu pernyataan dari PT PLN (Persero) bahwa masalah pasokan batu bara untuk pembangkit bisa diatasi.

"Kami menunggu statement dari PLN bahwa situasinya sudah bisa diatasi dan untuk itu memang kita akan secara parsial memberikan izin ekspor kembali," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).

Arifin mengatakan, izin ekspor diprioritaskan diberikan kepada perusahaan batu bara yang memenuhi komitmen domestic market obligation (DMO) atau kebutuhan dalam negeri. Bagi yang belum, pihaknya meminta untuk memenuhi komitmen tersebut lebih dulu.

Arifin kemudian juga menyinggung soal sanksi terkait DMO ini.

"Yang kita prioritaskan adalah bagi para produsen yang memenuhi 100% DMO-nya untuk diberikan prioritas pertama. Sedangkan yang belum memenuhi, agar memenuhi lebih dahulu," katanya.

"Kita sudah membagi beberapa kategori berapa persen, berapa persen. Tentu saja sanksi disiplin akan kita terapkan dengan jelas," katanya.

Ia berharap, PLN memberikan pernyataan pada sore ini. Sehingga, ada kepastian terkait pasokan batu bara tersebut.

"Ekspor, mudah-mudahan sore ini bisa ada statmen dari PLN mengatakan suplai aman berati jadwal kedatangan kapal-kapal ke seluruh lokasi pembangkit baik PLN maupun IPP itu bisa sudah dipastikan dan sudah ada kontraknya," terangnya.



Simak Video "Menteri ESDM Buka Kran Ekspor Batu Bara, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)