ADVERTISEMENT

21.490 Rumah Mati Listrik Imbas Gempa Banten, Sudah Nyala 11.196

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 19:56 WIB
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). Gempa berkekuatan 6,7 SR tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Gempa terjadi di Banten hari ini. Kekuatan gempa cukup besar hingga mencapai magnitudo 6,7 M, tak ayal guncangan pun sampai terjadi di Jakarta.

PT PLN (Persero) mencatat setidaknya ada 296 gardu distribusi di dua wilayah terdampak imbas gempa yang terjadi pada pukul 16.05 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, PLN berhasil memulihkan listrik 11.196 pelanggan dari 21.490 pelanggan yang terdampak.

"PLN gerak cepat untuk bisa memulihkan sistem kelistrikan khususnya di dua wilayah tersebut. PLN menurunkan tim recovery untuk memastikan besar dampak dan melakukan pemulihan," ujar Manager PLN UP3 Banten Selatan Irwanto dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Saat ini tercatat jumlah pelanggan di seluruh wilayah Banten sebesar 3,6 juta. PLN memastikan sistem kelistrikan di wilayah lain masih terpantau aman. Irwanto menjelaskan imbas gempa yang berlangsung selama 30 detik tersebut berimbas pada 3 penyulang kelistrikan.

Dua wilayah kerja yang dekat dengan pusat gempa yaitu Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan dan ULP Malingping.

Irwanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. PLN terus berupaya untuk segera melakukan pemulihan sistem kelistrikan dan mengamankan sistem kelistrikan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 apabila terdapat gangguan kelistrikan yang dialami di sekitarnya," pungkas Irwanto.

Data dari BMKG menunjukkan Pusat Gempa berada di Kabupaten Pandeglang, wilayah Banten dengan kekuatan magnitudo 6,7. Gempa yang berlangsung selama 30 detik tidak berpotensi tsunami.

(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT