Kapasitas Pembangkit Listrik RI Cuma Tambah 1.901 MW, 30% dari Target

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 18 Jan 2022 20:15 WIB
PLTD Ranai merupakan salah satu pembangkit listrik yang berada di wilayah Pulau Terdepan Indonesia, Pulau Natuna. Yuk, lihat perawatan PLTD Ranai.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian ESDM mencatat tambahan pembangkit listrik di 2021 sebanyak 1.901,74 mega watt (MW). Realisasi tersebut 30,7% dari target 6.187,91 MW.

Penambahan tersebut lebih rendah dari tahun 2020 sebanyak 3.072,05 MW atau 59% dari target 5.209,48 MW.

"Jadi yang biru pertama di atas 1.901,74 MW adalah capaian yang kita peroleh selama 2021. Capaian apa, penambahannya. Kalau misalkan mau dibandingkan dengan angka-angka di bawahnya," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers, Selasa (18/1/2022).

Kementerian ESDM juga mencatat rasio elektrifikasi di 2021 sebanyak 99,45%. Capaian ini sebesar 99,5% dari target rasio elektrifikasi 2021 sebesar 100%.

Selanjutnya, konsumsi listrik per kapita di 2021 sebanyak 1.123 kWh/kapita. Capaian ini sebesar 93,3% dari target 1.203 kWh/kapita.

Berikutnya, pemerintah mencatat System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) yakni indikator yang menunjukkan seberapa sering pelanggan listriknya mati, yaitu 4 kali/pelanggan/tahun. Capaian ini 150% dari target 2021 yakni 8 kali/pelanggan/tahun.

Kemudian, System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau indikator yang menunjukkan durasi listrik mati 6 jam/pelanggan/tahun atau 140% dari target.

"Yang SAIDI-nya sendiri kita targetkan 10 jam per pelanggan per tahun. Ternyata kita bisa capai 6 jam per pelanggan per tahun," katanya.

(acd/ara)