Erick Minta PLN Ekspor Listrik Hasil Pembangkit EBT

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 20:15 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

PT PLN (Persero) bakal membentuk beberapa sub holding, hal itu diumumkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Rencana ini dilakukan dalam rangka lanjutan transformasi dan restrukturisasi yang akan dilakukan perusahaan.

Erick juga ingin sub holding PLN dapat melakukan ekspansi transmisi listrik ke mancanegara. Apalagi saat ini energi pembangkit listrik makin beragam jenisnya.

"Dengan teknologi dan inovasi, sekarang air, angin, matahari, geothermal sudah bisa menjadi listrik. Kesempatan juga tidak hanya di sumber daya alamnya tapi juga PLN bisa menjual listrik ke negara lain, ke negara yang membutuhkan. Nah ini yang dilakukan secara konstruktif," ungkap Erick dalam keterangannya, Rabu (19/1/2022).

Indonesia sendiri punya rencana besar untuk menjadi negara nol emisi di tahun 2060. Dalam road map tersebut, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu prioritas aksi yang dilakukan.

Erick pun menilai pemanfaatan EBT memiliki potensi yang bisa meningkatkan pendapatan PLN dan negara yakni dengan mengekspansi transmisi listrik ke negara tetangga yang membutuhkan. Apalagi, Indonesia memiliki sumber EBT yang sangat banyak yakni mulai dari air, angin, matahari dan panas bumi.

"(Sub holding) Akan menjadi roadmap dikonkretkan agenda besar 2060, emisi nol. Kompleksitas ini harus dilakukan seirama," ujar Erick.

Terakhir, Erick menyampaikan PLN masih tetap memanfaatkan energi fosil. Batu bara contohnya. Dia menilai komoditas tersebut merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar kepada negara.

"Konteks lainnya kita melihat bagaimana sumber daya alam kita yang sudah menjadi sumber listrik dunia melalui batu bara, ini tidak boleh hilang. Neraca perdagangan kita tinggi sekali sampai US$ 40 miliar positif," papar Erick.

"Di situ, kita lihat paling besar devisanya adalah selain kelapa sawit, adalah batu bara. Jangan sampai devisa kita hilang," pungkasnya.

(hal/dna)