Jokowi Sebut Ada PLTU 5,5 GW Mau Pensiun Dini, Kenapa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 20:15 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Purwakarta. Kehadiran Jokowi untuk melihat langsung pembangunan terowongan yang sebelumnya dikabarkan terkendala karena melewati tanah lunak atau lempung, Senin, (17/1/2022).
Presiden Joko Widodo/Foto: Laily Rachev/Biro Setpres
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kebijakan pemerintah dalam transisi menuju energi baru dan terbarukan menjamin kepastian investasi. Ia mengatakan, akan mendorong early retirement atau pensiun dini PLTU di Jawa dan Sumatera.

Selanjutnya, Jokowi mau mendorong transisi ke energi terbarukan seperti pembangkit dari panas bumi dan tenaga surya.

"Kebijakan kami mekanisme transisi energi dari fosil fuel ke energi baru terbarukan juga akan menjamin kepastian investasi. Di Jawa dan Sumatera kita mendorong early retirement PLTU ke energi baru terbarukan seperti geothermal dan solar panel. Dan kita akan membuka partisipasi di sektor swasta untuk berinvestasi di transisi energi ini," terangnya dalam acara B20 Indonesia Inception Meeting 2022, Kamis (27/1/2022).

Jokowi mengatakan, ada PLTU dengan kapasitas 5,5 giga watt (GW) siap untuk masuk program pensiun dini tersebut.

"Saat ini ada 5,5 GW PLTU yang siap untuk program early retirement ini," katanya.

Selanjutnya, Jokowi menegaskan, dekarbonisasi merupakan perhatian serius pemerintah. Hal itu ditandai dengan elektrifikasi besar-besaran pada transportasi massal.

"Elektrifikasi secara besar-besaran di sektor transportasi dimulai dengan pembangunan mass urban transport seperti LRT dan MRT di Jakarta. Serta mendorong investasi untuk pabrik mobil listrik," jelasnya.



Simak Video "Jokowi Senang PLTA di Poso Diresmikan: Ini Energi Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)