Ahok Yakin Pertamina Tetap Untung Meski Harga BBM Tak Naik

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 18:05 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Foto: dok ist
Jakarta -

PT Pertamina (persero) sedang melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk diterapkan di 2022 ini. Dalam berita yang beredar, ada kabar bahwa BUMN sektor energi tersebut sedang mengkaji harga Pertamax naik.

Terlepas dari rencana itu, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap Pertamina bisa mendulang keuntungan besar di 2022 ini. Meskipun, pihaknya tidak diizinkan menaikkan harga BBM Pertamax.

Ahok yakin keuntungan di atas US$ 1 miliar atau setara Rp 14.289 triliun (kurs Rp 14.289) bisa dikantongi Pertamina meskipun tidak menaikkan harga BBM Pertamax.

"Harapan kami Pertamina kalau nggak boleh naikin harga tahun ini, 2022 masih bisa lah mencapai keuntungan di atas US$ 1 miliar," kata Ahok dalam acara DBSI Spring Festival, Kamis (10/2/2022).

"Mungkin untung US$ 4-5 miliar buat Pertamina itu harusnya bisa," tuturnya.

Ahok juga berharap bahwa pemerintah bisa membuat skema subsidi ke penerima langsung. Selain lebih tepat sasaran, cara itu diyakini bisa menghemat banyak devisa.

"Sebenarnya kalau kita tidak menangani produk subsidi karena produk subsidi cuma diganti Rp 500, (kalau) produk subsidi langsung ke rakyat, pemerintah akan menghemat banyak sekali devisa.

"Kayak LPG mungkin nggak sebanyak itu (subsidi), orang miskin tuh pakai kayu api atau bahan bakar yang subsidi juga tidak fraud, tidak dialihkan ke industri tambang terutama yang ilegal. Jadi harapan saya pemerintah mulai membikin subsidi ke orang langsung," tambahnya.



Simak Video "Intip "Markas" Pertamina Pemantau Pasokan BBM saat Mudik Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)