Nasib Utang Kereta Cepat Sudah Diputuskan, Bakal Diumumkan Prabowo

Nasib Utang Kereta Cepat Sudah Diputuskan, Bakal Diumumkan Prabowo

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2026 16:16 WIB
Nasib Utang Kereta Cepat Sudah Diputuskan, Bakal Diumumkan Prabowo
Foto: Dok. KCIC
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh sudah diputuskan. Keputusan itu akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Itu rapatnya sudah putus, nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah yang resmi akan mengumumkan, bukan saya. Tetapi itu sudah clear langkah ke depan seperti apa," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

"Belum saatnya dibuka ke Anda sekarang, biar yang lebih tinggi yang memaparkan ya," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga memastikan saat ini pemerintah fokus menyelesaikan persoalan utang Whoosh terlebih dahulu, sebelum melanjutkan jalur kereta hingga Surabaya.

ADVERTISEMENT

AHY mengatakan proses ini dilakukan secara paralel dengan langkah awal restrukturisasi keuangan KCIC. Hal ini juga sudah dirapatkan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta stakeholder terkait.

"Sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, setelah itu kita kembangkan berikutnya," kata AHY di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Meski begitu, AHY menekankan pengkajian pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya tetap terus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang berada di bawah koordinasinya. Menurutnya, kereta cepat akan lebih efektif dirasakan manfaatnya jika lintasannya lebih panjang dari yang sudah ada sekarang.

"Yang jelas, semangatnya masih kita terus kelola dan terus kita kembangkan. Kementerian Perhubungan termasuk Direktorat Jenderal Kereta Api juga terus merumuskan bersama KAI dan lain-lain agar kereta cepat ini juga lebih efektif dirasakan manfaatnya itu jika track-nya panjang," imbuh AHY.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads