Hary Tanoe Banting Setir Maskapai Jadi Perusahaan Batu Bara

ADVERTISEMENT

Hary Tanoe Banting Setir Maskapai Jadi Perusahaan Batu Bara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 11 Feb 2022 06:00 WIB
Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoe/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Hary Tanoesoedibjo mengambil langkah ekstrem pada lini bisnis maskapainya, Indonesia Air Transport. Maskapai itu kini banting setir ke sektor pertambangan batu bara.

Perusahaan yang awalnya bernama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk itu pun telah resmi berganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.

Perusahaan itu terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan meski berubah nama kode sahamnya tetap bernama IATA. Harry Tanoe menjelaskan langkah IATA mengubah nama dan mengganti kegiatan usaha utamanya telah mendapat restu dari pemegang sahamnya dalam RUPSLB yang dilakukan Kamis 10 Februari.

Seiring dengan hal itu, perusahaan juga telah mengambilalih 99,33% saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) perusahaan batu bara dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).

"Bidang usaha berubah jadi investment holding company yang memiliki perusahaan di bawahnya, karena ada akusisi PT BCR," kata Harry Tanoe dalam konferensi pers yang disiarkan virtual, Kamis (10/2/2022).

Apa alasan Hary Tanoesoedibjo banting setir bisnis maskapai jadi pertambangan? Dia menyampaikan Indonesia Air Transport selama ini mengalami kerugian yang terus-menerus.

Hary Tanoe menyebut kerugian perusahaan saat menjalani bisnis penerbangan telah terjadi sejak 2008. Sebagai perusahaan terbuka pun, Hary Tanoe ingin agar perusahaannya memberikan yang terbaik buat investor.

"IATA sebagai maskapai ini rugi dari 2008, konsisten sampai 2021. Nah mudah-mudahan di 2022 ini berubah IATA jadi perusahaan solid, besar, dan profitable dengan perubahan bisnis yang dilakukan," kata Hary Tanoe.

"Apalagi kan kami ini perusahaan Tbk, kami mau berikan yang terbaik untuk pemegang saham," tegasnya.

Dia juga mengatakan bisnis penerbangan Indonesia saat ini makin berat. Terlebih lagi dengan adanya pandemi COVID-19 membuat penumpang pesawat berkurang sangat pesat.

"Air transport itu secara umum bisnisnya memang susah, belum COVID-19 saja sudah nggak gampang. Ditambah COVID-19 makin sedikit penumpangnya. Tiap tahun rugi dari 2008," kata Hary Tanoe.

Lihat juga video 'Proyek Hilirisasi Batu Bara Ditargetkan Rampung dalam 30 Bulan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT