RI Mau Tekan Emisi Karbon Jadi 0%, Bagaimana Tahapannya?

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 09 Mar 2022 14:50 WIB
Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong, Sulawesi Utara, merupakan wilayah WKP milik PGE  yang mengoperasikan pemanfaatan panas bumi pada Area Geothermal di daerah Lahendong-Tomohon. Setelah mengembangkan dan mengoperasikan PLTP Unit 1,2,3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 20 MW yang dilakukan bertahap sejak 2001 hingga 2011, mulai 2015 lalu PGE Area Lahendong memulai pengerjaan pembangunan PLTP Unit 5 & 6 dengan kapasitas 2 X 20 MW.
Pertamina Geothermal Energy Lahendong/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia memiliki target menekan emisi karbon jadi 0% untuk memerangi pemanasan global yang semakin mengancam keberadaan bumi dan umat manusia pada 2060.

Sebagai langkah awal, Pemerintah mencanangkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada 2030. Jika ada bantuan dari dunia internasional, penurunan emisi GRK bisa mencapai 41% pada 2030.

Pada saat yang sama, pemerintah telah mengesahkan target baru yang didominasi oleh energi hijau di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dalam upaya untuk mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, serta Rencana Umum Ketenagalistrikan 2019-2038 yang menargetkan bauran energi sebesar 28% pada 2038 dan 31% pada 2050.

Pertamina yang menjadi salah satu pemain utama dalam pemenuhan komitmen pemerintah dalam soal energi hijau menargetkan 17% energi bersih dalam portofolio bisnis pada 2030.

Pasca penandatanganan dokumen legal end-state di Agustus 2021, Pertamina secara resmi telah menyelesaikan proses transformasi yang salah satunya melalui pembentukan Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) dengan mengusung PT Pertamina Power Indonesia atau dikenal dengan Pertamina NRE.

Pembentukan subholding ini merupakan penegasan atas komitmen Pertamina untuk mewujudkan transisi energi dan menjadi ujung tombak pengembangan energi hijau di Indonesia, sekaligus upaya meraih posisi sebagai salah satu pemain utama energi hijau di tingkat global.

"Mandat untuk Pertamina NRE sangat jelas, yakni mewujudkan transisi energi di Indonesia. Kami juga difokuskan untuk melakukan transisi energi di halaman sendiri yakni di lokasi-lokasi operasi milik Pertamina Group melalui inisiatif dekarbonisasi dan efisiensi dengan menyediakan energi hijau," kata Chief Executive Office Pertamina NRE, Dannif Danusaputro dalam keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Melalui Pertamina NRE, telah ditetapkan target kapasitas energi bersih sebesar 10 GW pada 2026. Jumlah itu meliputi 5 GW pembangkit gas, 4 GW energi terbarukan termasuk panas bumi, serta 1 GW energi baru seperti green hydrogen, electric vehicle, nature climate solution dan lainnya.

"Mayoritas portofolio hijau tersebut berada dalam pengelolaan Pertamina NRE beserta anak-anak usaha dan afiliasinya. Semua target yang dicanangkan akan dicapai dengan kolaborasi, baik dengan internal Pertamina Group maupun perusahaan lainnya yang memiliki visi selaras," jelas Dannif.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat juga Video: KLHK Targetkan Tahun 2030 Indonesia Capai Net Sink Sektor Kehutanan

[Gambas:Video 20detik]