Canda Jokowi Setop Ekspor Bahan Mentah Bauksit-Tembaga: Biar Digugat Lagi

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 11 Mar 2022 13:44 WIB
Presiden Jokowi
Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen menghentikan ekspor raw material (bahan mentah) untuk bauksit hingga tembaga. Jokowi mengaku tak masalah jika keputusannya itu membuat Indonesia digugat lagi.

Seperti diketahui, Indonesia digugat Uni Eropa (UE) ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena Jokowi memerintahkan untuk menghentikan ekspor nikel. Saat ini prosesnya pun belum selesai.

"Begitu kita bilang stop nikel, stop ekspor bahan mentah nikel, kita digugat sama Uni Eropa, belum rampung sampai sekarang. Nggak apa, ini belum rampung saya sudah perintah lagi bauksit tahun ini stop, biar digugat lagi," kata Jokowi dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 UNS, Jumat (11/3/2022).

Jokowi mengaku keputusannya dalam memerintahkan penghentian ekspor bahan mentah itu benar. Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri untuk memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, hingga menambah devisa.

"Bauksit stop tahun depan, stop lagi tembaga atau timahnya, biar digugat lagi. Nggak apa digugati terus, belum tentu kita kalah, tapi belum tentu juga kita menang. Tapi keberanian itu harus kita lakukan, kalau kita nggak pernah mencoba, kita nggak akan tahu kita menang atau kalah, kita benar atau nggak benar. Tapi yang ini benar, stop itu benar," tegas Jokowi.

Komitmen Indonesia itu sudah disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Italia. Jokowi menegaskan jika negara lain ingin bahan baku mineral Indonesia, dipersilakan untuk bangun pabrik di sini.

"Indonesia ini tidak tertutup, kita terbuka, tapi industrinya jangan di tempatmu terus dong, separuh bawa di Indonesia atau semuanya bawa di Indonesia kita terbuka, bisa kamu kerja sama dengan BUMN kita, swasta kita, atau kamu sendirian juga nggak apa tapi di Indonesia," kata Jokowi.

"Enak banget kita setori mereka bahan bakunya, nilai tambahnya bisa 14-20 kali lipat, enak banget. Pajak, pembukaan lapangan pekerjaan mereka yang dapat, terus kita dapat apa. Ya kita ditakut-takuti terus, 'tak gugat di WTO, tak gugat di WTO', gugatlah," tandasnya.



Simak Video "Jokowi Akan Tindak Lanjuti Rekomendasi IHPS BPK"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)