Istana Bogor-GoTo Beli Sertifikat Energi Terbarukan PLN 800 Ribu MWh

Atta Kharisma - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 16:50 WIB
PLN
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) menandatangani kerja sama pemenuhan tenaga listrik yang berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) melalui pembelian Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 800.000 megawatt-hours (MWh). Perjanjian kerja sama ini melibatkan 6 pelanggan besar dan sektor industri.

Keenam pelanggan tersebut antara lain H&M Indonesia, PT Goto Gojek Tokopedia, PT Stargate Mineral Asia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Georg Fischer Indonesia, dan Istana Kepresidenan Bogor. Penandatanganan perjanjian kerja sama dan kontrak pembelian REC diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Energy Transitions Working Group (ETWG) di Yogyakarta, Kamis (24/3).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pelaksanaan penandatanganan kerja sama kontrak pembelian REC adalah bukti nyata kolaborasi untuk transisi menuju energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah G20 untuk menekan emisi karbon dunia.

"REC menjadi instrumen paling penting dalam menurunkan emisi. Kerja sama ini merupakan bukti nyata bahwa sektor industri mengambil peran luar biasa dalam transisi energi terbarukan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/3/2022).

Darmawan menjelaskan kesepakatan ini merupakan bukti PLN mewujudkan kerja sama pemenuhan tenaga listrik dari pembangkit berbasis EBT. Ia pun menilai kontrak pembelian REC dengan durasi kerja sama 1-5 tahun ini akan memberi dampak positif bagi pelanggan.

"Pelanggan memperoleh opsi pengadaan untuk pemenuhan target 100% penggunaan EBT yang transparan dan diakui secara internasional dan tanpa mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur," ungkapnya.

Tak hanya itu, kesepakatan ini juga menjadi bukti eksistensi pelanggan dalam berkontribusi mengurangi emisi karbon dengan menggunakan energi yang berasal dari pembangkit EBT di Indonesia.

Kontrak pembelian REC juga memberikan dampak bagi pemerintah yang tengah mengupayakan transisi energi menuju karbon netral 2060. Masifnya kontrak pembelian REC diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar nasional energi terbarukan sehingga dapat mempercepat pencapaian target bauran energi.

"Kami sangat terbuka bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin berkontribusi dalam penggunaan energi hijau dengan memanfaatkan REC ini," tutur Darmawan.

Pada kesempatan yang terpisah, Country Manager H&M Group Production Office Indonesia Frank Blin Gonsalves menegaskan komitmen perseroan dalam berkontribusi dalam melawan perubahan iklim, yang tidak hanya bertumpu pada lini operasi tapi juga di seluruh rantai nilai H&M Group, termasuk di Indonesia.

"H&M Group terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra bisnis kami untuk memberikan solusi baru serta mendorong penggunaan sumber listrik berbasis EBT dalam rantai pasok kami," ungkapnya.

Ia menambahkan perjanjian REC antara H&M, mitra pemasok dan PLN merupakan langkah penting demi mewujudkan ambisi perusahaan sekaligus mendukung agenda pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada 2060.



Simak Video "Jokowi Senang PLTA di Poso Diresmikan: Ini Energi Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)