Kenapa Kapal Pertamina Dicegat Greenpeace? Ini Alasannya

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 16:11 WIB
Aktivis Greenpeace hadang kapal berlogo Pertamina (situs resmi Greenpeace)
Foto: Aktivis Greenpeace hadang kapal berlogo Pertamina (situs resmi Greenpeace)
Jakarta -

Kapal Pertamina Prime dan kapal tanker Seaoath dicegat Greenpeace di Denmark utara karena diduga membawa minyak dari Rusia. Para aktivis Greenpeace berencana memblokir transaksi minyak antar kapal tersebut.

Kapal Seaoath tiba dari Rusia membawa 100.000 ton minyak mentah Ural diduga berusaha untuk mengirimkan minyak ke kapal tanker Pertamina Prime yang lebih besar.

Pertamina Prime merupakan kapal kedua PT Pertamina International Shipping yang merupakan kapal single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang 330 meter dan draft 21,55 meter.

Aksi blokade dilakukan Greenpeace dengan berenang dan menumpangi perahu kecil. Sejumlah orang memblokir dua kapal itu agar pengiriman tidak bisa dilakukan.

Greenpeace menyampaikan setiap minyak atau gas Rusia dibeli, perang akan terus berlangsung. Sejauh ini setidaknya 299 supertanker dengan bahan bakar fosil telah meninggalkan Rusia sejak dimulainya perang di Ukraina.

Greenpeace menyerukan divestasi global dan penghentian penggunaan bahan bakar fosil dan embargo bahan bakar fosil Rusia untuk menghentikan pendanaan perang.

"Jelas bahwa bahan bakar fosil dan uang yang mengalir ke dalamnya adalah akar penyebab krisis iklim, konflik, dan perang, yang menyebabkan penderitaan besar bagi orang-orang di seluruh dunia. Pemerintah seharusnya tidak memiliki alasan mengapa mereka terus membuang uang ke bahan bakar fosil yang menguntungkan segelintir orang dan memicu perang, sekarang di Ukraina. Jika kita ingin berdiri untuk perdamaian, kita harus mengakhiri ini dan segera keluar dari minyak dan gas." kata Kepala Greenpeace Denmark Sune Scheller dikutip dari situs Greenpeace, Senin (4/4/2022).

Hingga berita ini diturunkan pihak PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina International Shipping belum mengonfirmasi pertanyaan detikcom.

Berlanjut ke halaman berikutnya.