ADVERTISEMENT

Driver Ojol Tolak Harga Pertalite Naik!

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 21:00 WIB
Wacana penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite kian santer, meski belum diketahui pasti kapan hal itu terjadi. Tapi, tahu nggak sih kapan Pertalite itu ada? Selasa, (28/12/2021).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia menolak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) naik. Pemerintah sudah mengeluarkan sinyal untuk menaikkan harga Pertalite.

"Kami sangat menolak adanya kenaikan harga Pertalite," kata Ketum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Igun Wicaksono kepada detikcom, Rabu (13/4/2022).

Dia menjelaskan harga BBM Pertamax yang naik dari Rp 9.000-9.400/liter menjadi Rp 12.500-13.000/liter saja membuat para pengemudi ojol beralih ke Pertalite. Hal itu dilakukan demi menjaga kestabilan pendapatan para pengemudi ojol.

Lanjut dia, Pertalite digunakan oleh mayoritas pengemudi ojol. Oleh karena itu pihaknya menolak jika terjadi kenaikan harga Pertalite di tahun ini.

Igun menjelaskan pula bahwa Indonesia baru selesai dari masalah pandemi COVID-19 dan sekarang masuk kepada fase pemulihan ekonomi, tanpa terkecuali driver ojol yang pendapatannya mulai pulih.

"Jadi kalau langsung diberatkan dengan kenaikan Pertalite ya bisa timbul gejolak, akan memperberat nanti. Jadi lebih baik jangan dulu dinaikkan di tahun 2022 ini," tambahnya.

Rencana kenaikan harga Pertalite sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Jadi over all yang akan terjadi nanti Pertamax, Pertalite (naik). Premium belum. Terus kemudian mengenai gas yang 3 kg itu kita bertahap," ujar Luhut di sela-sela meninjau progres Depo LRT Jabodebek di Bekasi, Jumat (1/4/2022).

Kini sinyal tersebut makin kuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan rencana kenaikan tersebut dalam rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022). Menurut Airifn saat ini harga minyak dunia sedang melonjak, sehingga harga BBM Pertalite butuh penyesuaian, termasuk biosolar.

"Dalam jangka menengah dan panjang kita akan melakukan optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioethanol, BioCNG dan lain-lain," ujar dia di DPR, Rabu (13/4/2022).



Simak Video "Harga BBM Naik, Ojol: Rp 30 Ribu Enggak Full Tank Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT