ADVERTISEMENT

Senat AS Beri Restu Aturan Anti Monopoli Bisnis Minyak buat Tekan OPEC

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 20:30 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Komite Senat Amerika Serikat (AS) mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dapat membawa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya ke tuntutan hukum atas kolusi dalam meningkatkan harga minyak mentah.

RUU Tanpa Kartel Penghasil atau Pengekspor Minyak (NOPEC) yang disponsori oleh para senator termasuk Chuck Grassley dari Partai Republik dan Amy Klobuchar dari Partai Demokrat, lolos dengan suara 17-4 di Komite Kehakiman Senat.

"Saya percaya bahwa pasar bebas dan kompetitif lebih baik bagi konsumen daripada pasar yang dikendalikan oleh kartel perusahaan minyak milik negara. Persaingan adalah dasar dari sistem ekonomi kita," kata Klobuchar dikutip dari Reuters, Jumat (6/5/2022).

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan pihaknya masih mempelajari RUU tersebut. Pemerintah memiliki kekhawatiran tentang konsekuensi yang tidak diinginkan dari undang-undang tersebut, terutama di tengah krisis Ukraina.

NOPEC akan mengubah undang-undang antimonopoli AS yang telah lama melindungi OPEC dan perusahaan minyak nasional dari tuntutan hukum. RUU itu harus melewati Senat, DPR dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden untuk menjadi undang-undang.

Jika disahkan, Jaksa Agung AS akan mendapat kemampuan untuk menuntut OPEC atau anggotanya, seperti Arab Saudi di pengadilan federal. Produsen lain seperti Rusia atau OPEC+ juga dapat dituntut.

Pada 2019, Arab Saudi mengancam akan menjual minyak dalam mata uang selain dolar jika Washington meloloskan NOPEC. Hal itu dapat merusak status dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia dan melemahkan kemampuannya untuk menegakkan sanksi terhadap negara-negara bagian.

Senator John Cornyn, seorang Republikan dari negara bagian penghasil minyak utama AS Texas, menentangnya dengan mengatakan RUU itu dapat mendorong OPEC untuk membatasi pengiriman ke AS.

RUU itu juga ditentang oleh American Petroleum Institute, kelompok lobi minyak dan gas AS teratas. Dalam sebuah surat kepada para pemimpin komite, API mengatakan bahwa NOPEC menciptakan potensi bahaya yang signifikan terhadap kepentingan diplomatik, militer dan bisnis AS .

"Beberapa analis telah memperingatkan bahwa NOPEC dapat membahayakan perusahaan energi domestik jika menekan Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya untuk membanjiri pasar global dengan minyak," tandasnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT