ADVERTISEMENT

Pertamina dan Chevron Sepakat Jajaki Bisnis Rendah Karbon Bareng

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 22:00 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bisnis Rendah Karbon oleh PT Pertamina dan Chevron New Ventures Pte. Ltd
Foto: Dok. Chevron: MoU Bisnis Rendah Karbon PT Pertamina dan Chevron New Ventures Pte. Ltd
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) dengan Chevron Corporation melalui anak perusahaannya, Chevron New Ventures Pte. Ltd akan bekerjasama untuk bisnis rendah karbon di Indonesia. Malam ini kerjasama itu resmi diteken melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Executive Vice President Business Development Chevron, Jay Pryor. Agenda itu dilaksanakan di Washington, DC, waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan kerjasama ini dilakukan untuk merealisasikan emisi karbon rendah di Indonesia. Mengingat, Indonesia sendiri memiliki target untuk mengurangi karbon sekitar 29% pada 2030 dan bebas karbon pada 2060.

"Kita akan membahas beberapa aktivitas seperti yang kita ketahui dengan baik bahwa Chevron memiliki sejarah panjang dan jejak yang luar biasa dalam penanganan panas bumi," ucap dia dalam sambutannya, Kamis (12/5/2022).

"Jadi kami memiliki target untuk menggandakan kapasitas panas bumi kami dalam lima tahun ke depan dan juga mengembangkan green hydrogen dari panas bumi dan juga pengurangan karbon," lanjutnya.

Nike meyakini, kerjasama ini akan bisa berlanjut, mengingat Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk energi baru terbarukan.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President Business Development Chevron, Jay Pryor mengatakan bahwa kesempatan ini telah dibicarakan pada September 2021 lalu.

"Dan hanya dalam beberapa bulan, kami dapat menandatangani kesepakatan. Jadi saya merasa baik. Saya harap Anda mengerti bahwa kami berkomitmen untuk merealisasikannya," ucapnya.

Lanjut di halaman berikutnya.

Menurutnya kerjasama ini sangat penting, apalagi berkaitan dengan emisi rendah karbon di masa depan. Dengan kesepakatan ini, Jay berharap bisa menjadi ruang untuk menggarap berbagai komitmen emisi karbon.

"MOU tersebut memberikan Pertamina dan Chevron sebuah platform untuk mengidentifikasi peluang di ruang solusi karbon yang lebih rendah, seperti energi panas bumi baru, hidrogen biru dan hijau serta pengurangan karbon," ungkapnya.

Pihaknya yakin kerjasama ini bisa berpengaruh tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

"Saya sangat optimis kami bisa melaju sangat jauh dengan sangat cepat di masa depan. Atas MOU ini, kami bersemangat untuk membangun sejarah kami dengan Pertamina dan sejarah kami dengan Indonesia dan berharap dapat bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi kita semua," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam agenda itu juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan serta Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT