Cadangan Panas Bumi RI Melimpah, Pemanfaatannya Jangan Setengah-setengah

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 09:22 WIB
Pemerintah El Salvador menunjukan fasilitas komputer pencetak uang bitcoin. Ia berada di sebuah pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Foto: AP/Salvador Melendez
Jakarta -

Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) akan menyelenggarakan kegiatan The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 September 2022 mendatang di Jakarta Convention Center.

Acara ini terdiri dari convention serta program pendukung lainnya yaitu technical paper, dan field trip. Dengan mengangkat tema "Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security".

Dampak pemanasan global semakin meningkat, kenaikan suhu sudah dirasakan di berbagai belahan dunia, seperti yang belakangan ini suhu di Jakarta mencapai 36 derajat.

Hal ini menunjukkan bahwa energi ramah lingkungan sudah sangat penting untuk dikembangkan menggantikan energi fosil. Dapat dikatakan panas bumi merupakan energi bersih yang ramah lingkungan, baik sebagai base load sustainable yang bisa berproduksi sampai lebih 100 tahun. Transisi energi harus terus berjalan meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang.

Ketua Umum API, Prijandaru Effendi mengatakan, transisi energi hijau ini memiliki potensi yang sangat besar.

"Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan saat ini dan di masa depan sebagai energi yang handal dalam mensuplai kebutuhan beban dasar ketenagalistrikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang unggul," kata dia, saat konferensi pers, The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022, Selasa (17/5/2022), secara virtual.

Prijandaru menjelaskan, kegiatan IIGCE yang berkolaborasi dengan On Us Asia sebagai penyelenggara ini akan terus berlanjut tahun demi tahun, tantangan demi tantangan, kesempatan demi kesempatan untuk terus berpacu. Bentuk komitmen ini harus dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak baik dari segi pemerintah maupun diluar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya.

The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 adalah rangkaian kesuksesan dari acara-acara sebelumnya yang telah diselenggarakan sejak tahun 2013 sebagai wadah untuk memenuhi maksud tersebut di atas dan juga sebagai side events dalam memperkuat komitmen Indonesia di dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang salah satu fokus utamanya adalah transisi energi untuk menjamin akses atas kebutuhan energi, teknologi yang menunjang pengembangan energi bersih serta dukungan dana yang berkelanjutan.

Acara forum geothermal ini akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk berkumpul bersama, berbagi perkembangan terbaru mengenai industri panas bumi.

Bersambung ke halaman selanjutnya.