Tak Mau Lagi Beli Migas Rusia, Uni Eropa Rela Gelontorkan Rp 4.600 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 18 Mei 2022 21:45 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Uni Eropa berencana menggelontorkan dana besar-besaran agar bisa bebas terhadap ketergantungan pada minyak dan gas (migas) Rusia. Hal ini baru saja diumumkan langsung oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Total dana yang akan digelontorkan UE untuk rencana itu sebesar 300 miliar euro atau setara Rp 4.620 triliun (kurs Rp 15.400/euro). Dana itu rencananya digunakan sampai 2030, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2022).

Von der Leyen merinci total dana besar itu akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur gas sebesar 10 miliar euro. Kemudian, 2 miliar euro untuk infrastruktur minyak, dan sisanya untuk energi bersih.

Selain terbebas dari ketergantungan impor minyak dan gas Rusia, investasi 300 miliar euro juga untuk mempercepat UE mewujudkan energi terbarukan hingga 2030.

"Brussels juga mengusulkan untuk meningkatkan target UE secara hukum dalam membangun energi terbarukan dan penghematan energi pada tahun 2030," lanjutnya.

Komisi Eropa, RePowerEU disebut akan membantu pemerintah untuk menghemat lebih banyak energi. Hal itu dilakukan demi mempercepat penghentian bertahap bahan bakar fosil. Lalu yang paling penting, untuk memulai investasi dalam skala baru.

"Jadi saya akan mengatakan ini akan menjadi upaya untuk mempercepat European Green Deal," tutupnya.

Lihat juga Video: Militer Rusia Kembali Menggempur Sejumlah Wilayah Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



(das/das)