Bos Freeport Buka-bukaan soal Proyek Smelter di Gresik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 21:15 WIB
Tony Wenas
Foto: Rachman Haryanto: Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas
Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang membangun smelter atau fasilitas pengolahan mineral. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter ini masuk dalam program strategis yang dilakukan oleh perusahaan.

Smelter dibangun di Gresik dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per hari dan pembangunan percious metal refinery (PMR) berkapasitas 6.000 ton.

"Sehingga kami membawa emas dan perak dan seluruh produk konsentrat PTFI akan diproses di dalam negeri dan juga dimurnikan di dalam negeri," ujar Tony dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (25/5/2022).

Dia menjelaskan total biaya untuk pembangunan sekitar US$ 3 miliar. Saat ini proses yang sudah berjalan sekitar 30% dan telah menyerap biaya US$ 920 juta.

"Sudah ada 7.500 tiang pancang yang diselesaikan dan concrete pouring untuk area smelter dan refinery yang mulai dilakukan pekerja konstruksi sudah mencapai 1.800 orang. Target akhir tahun ini 50% total biaya US$ 1,6 miliar," jelas dia.

Nantinya fasilitas pemurnian ini akan memproses produk katoda tembaga,e mas dan perak murni batangan, platinum group metals (PGM) dan produk samping asam sulfat, terak, gipsum dan timbal.

Sepanjang 2021 PTFI mencatat revenue US$ 7,5 miliar dan berhasil menyetor ke negara US$ 1,44 miliar. Rencananya tahun 2022 pendapatan sebesar US$ 8,7 miliar dan setoran ke negara melalui pajak US$ 2,2 miliar dan PNBP US$ 1,5 miliar.

"Jadi total ada sekitar US$ 3,8 miliar untuk penerimaan negara," jelasnya.

(kil/hns)