ADVERTISEMENT

Keuangan Pertamina Defisit, Erick Thohir: Beli Mahal, Terus Jual Murah

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Kamis, 02 Jun 2022 22:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres): Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Arus kas Pertamina hingga Maret 2022 sudah negatif US$ 2,44 miliar. Hingga akhir 2022, defisit diperkirakan menggunung hingga US$ 12,98 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan penyebab defisit itu lantaran harga minyak dunia naik, namun dijual kembali dengan harga murah.

"Belinya mahal terus kita jualnya murah. Berarti kalau belinya banyak jualnya murah ada defisit," terang Erick usai menghadiri Malam Apresiasi Tim Bola Basket Indonesia Putra dan Putri Sea Games Hanoi Vietnam, di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Meski defisit Erick menegaskan harga BBM Pertamina tidak naik lagi.

"Sesuai arahan Presiden bahwa BBM harganya yang untuk masyarakat tidak mampu disubsidi, untuk yang mampu seperti Pertamax kan sudah naik," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah selalu datang memberi dukungan kepada masyarakat, termasuk soal BBM ini.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit pada itu terjadi karena ketika harga minyak mentah dunia naik, Pertamina tidak langsung menaikkan harga BBM di dalam negeri.

Sampai saat ini Pertamina masih menanggung selisih lebar antara harga jual eceran (HJE) dan harga keekonomian BBM. Pasalnya BUMN energi itu belum mendapat tambahan suntikan anggaran subsidi dan dana kompensasi dari pemerintah.

"Arus kas operasional Pertamina sejak Januari constantly negatif karena Pertamina harus menanggung perbedaan (harga), ini yang menyebabkan kondisi keuangan Pertamina menurun," jelas Sri Mulyani, Kamis (19/5/2022).

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT