ADVERTISEMENT

Anak Usaha Pertamina Genjot Cari 'Harta Karun' di Jabar, Ini Caranya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 11:49 WIB
Pertamina EP
Ilustrasi/Foto: Pertamina EP
Jakarta -

Anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina EP (PEP) selama 2021 mencatat realisasi produksi minyak 71.392 BOPD dan realisasi produksi gas mencapai 889,79 MMSCFD. Selain itu, PEP juga agresif melaksanakan 80 pengeboran eksploitasi dan 135 kegiatan workover.

Sebanyak empat pengeboran eksplorasi telah diselesaikan dengan penambahan sumber daya 2C sebesar 42,15 MMBOE. Survei seismik 3D dituntaskan mencapai 1.186 KM2 disertai survei seismik 2D sepanjang 258 KM2.

Dalam menjalankan roda operasional, PEP konsisten memprioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja. Sebanyak 43.600.741 jam kerja selamat berhasil dicapai di tahun 2021 dengan zero fatality.

PEP meraih penghargaan di bidang lingkungan, tiga penghargaan tertinggi PROPER peringkat EMAS disabet oleh Field Subang, Tarakan dan Sangasanga serta 14 PROPER Hijau dari berbagai lapangan. Ada juga penghargaan Subroto Awards dari Kementerian ESDM dan Patra Adikriya Bhumi sebagai bukti komitmen PEP dalam mengimplementasikan semangat kerja berbasis Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Sr Manager Relations Regional Jawa PEP Agus Suprijanto menyampaikan, sebagai perusahaan yang memiliki misi untuk mengusahakan sektor hulu minyak dan gas dengan penekanan pada aspek operasi yang baik serta tumbuh dan berkembang bersama, PEP melibatkan masyarakat di sekitar area operasi dalam implementasi program-program pengembangan yang berkesinambungan.

Melalui 200 program unggulan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan dan menyasar hingga 303 desa binaan, PEP pun didaulat peringkat gold di Indonesia Sustainability Development Goals Award (ISDA) 2021 atas upaya dalam meningkatkan taraf pendidikan dan konservasi flora fauna yang terancam punah di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.

"Meski Tahun 2021 lalu masih dalam kondisi pandemi COVID-19, namun PEP berupaya maksimal dan mengelola bisnis dengan prinsip efisiensi sehingga dapat membukukan capaian optimal," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT