ADVERTISEMENT

Fasilitas Freeport LNG Meledak, Gas Eropa Terancam!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 08:18 WIB
FILE - Oil tanker Trident Hope unloads its fright in the oil port of Wilhelmshaven, northern Germany, on Tuesday, June 10, 2008. The U.S. has pledged to help maintain Europes energy supply by boosting exports of liquefied natural gas, or LNG, if Russia were to invade Ukraine and reduce its gas shipments to the European Union. (AP Photo/Joerg Sarbach, File)
Ilustrasi/Foto: AP/Joerg Sarbach
Jakarta -

Fasilitas Freeport LNG, pemasok gas alam cair terbesar di dunia meledak pada Rabu (8/6) waktu setempat. Fasilitas itu berada di Texas, Amerika Serikat (AS).

"Penyebab kebakaran di fasilitas Freeport LNG di Pulau Quintana masih dalam penyelidikan," kata Juru Bicara Perusahaan Heather Browne dikutip dari CNN, Jumat (10/6/2022).

Kejadian itu membuat fasilitas tersebut setidaknya ditutup selama tiga minggu. Analis menilai situasi ini akan mengguncang pasar gas alam AS yang berdampak ke pasar Eropa.

Eropa telah mengambil stok LNG global dalam beberapa bulan terakhir karena mencoba menjauh dari ekspor gas alam Rusia. Wilayah tersebut, termasuk Inggris, mengimpor 28,2 juta ton antara Februari dan April atau naik 29% dari periode yang sama tahun lalu menurut Independent Commodity Intelligence Services.

Menurut data dari perusahaan analitik Vortexa, AS merupakan pemasok LNG terbesar di dunia di mana menyumbang lebih dari seperlima ekspor global. Output dari fasilitas LNG Freeport mencapai 18% dari ekspor ini.

"Meskipun perkiraan awal tiga minggu downtime oleh operator, dampak produksi kemungkinan akan berlanjut hingga Juli," ujar Kepala LNG di Vortexa, Felix Booth.

Perkiraan Vortexa penutupan sementara itu akan memangkas produksi pabrik 8% per bulannya. Eropa akan menjadi wilayah yang paling terkena dampak langsung karena sebanyak 80% kargo Freeport LNG dikirim ke benua itu termasuk Turki, pada Maret lalu.

"Ini akan memperketat pasokan yang cepat, terutama di Atlantik karena sebagian besar kargo telah ditujukan ke Eropa," tuturnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT