Pengusaha Rumahan Megap-megap Listrik Naik, Pindah Golongan Jadi Solusi?

ADVERTISEMENT

Pengusaha Rumahan Megap-megap Listrik Naik, Pindah Golongan Jadi Solusi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 13 Jun 2022 12:52 WIB
Ilustrasi meteran listrik atau token listrik
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rattankun Thongbun
Jakarta -

Pelaku usaha kecil dan menengah alias UMKM masih banyak yang menggunakan listrik dengan golongan rumah tangga. Mereka pun merasa keberatan bila tarif listrik rumah tangga dinaikkan.

Seperti diketahui, pemerintah bakal melakukan kenaikan tarif pada golongan rumah tangga R2 (3.500-5.500 VA) dan R3 (6.600 VA ke atas) pada 1 Juli 2022. Tarif listrik juga bakal disesuaikan pada golongan pelanggan pemerintah P1 (6.600VA sampai 200kVA), P2 (200 kVA ke atas), dan P3.

Sebagai solusinya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyarankan agar para pelaku usaha rumahan berpindah dari pelanggan golongan rumah tangga menjadi industri.

Dia bilang, jika masih menjadi pelanggan rumah tangga konsekuensinya memang tarif listrik home industry akan naik.

"Ya logikanya harusnya masuk ke I3 (golongan industri) berapa gitu, itu mungkin golongannya mesti diubah. Jangan tetap di golongan rumah tangga. Kalau sudah rumah tangga ya kita tidak bisa lagi, pilah pilih ya, sekali rumah tangga R3 ya dayanya ya masuk ke sini," papar Rida dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Dia menuturkan, jika berpindah menjadi golongan pelanggan bisnis atau industri, maka home industry masih berpeluang mendapat bantuan dari pemerintah. Malah, UMKM yang melakukan industri rumahan bisa masuk golongan pelanggan yang disubsidi.

"Kalau melakukan home industry ya ganti golongan menjadi misalkan B1, B2 atau I1, I2 yang itu masih mungkin masih bisa menerima bantuan subsidi dari pemerintah. Karena UMKM masih kita dukung melalui subsidi. Dan itu masuk terhadap atau di dalam 25 golongan pelanggan yang bersubsidi," jelas Rida.

Di lain pihak, Sekjen Asosiasi UMKM Indonesia Edy Misero menilai memang benar masih banyak pelaku UMKM yang menggunakan listrik golongan rumah tangga dan beroperasi menjadi home industry.

Soal solusi pindah golongan dia bilang memang bisa dipertimbangkan, hanya saja membutuhkan usaha dan upaya yang besar bagi pelaku usaha untuk melakukannya. Menurutnya, tak memungkinkan apabila pelaku usaha rumahan pindah golongan saat ini.

"Kalau kepepet mau mengubah listrik dari rumah tangga misalnya beralih ke golongan industri atau bisnis supaya tarif tetap kan butuh cost juga buat kita. Fokus kita kan produksi dulu saat ini," ungkap Edy kepada detikcom.

Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Sah! Tarif Listrik Naik, Dirut PLN: Kalau Pindah Daya, Ya Monggo"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT