ADVERTISEMENT

Harga Avtur Nanjak Bikin Tiket Pesawat Terdongkrak, Susi Sampai Teriak

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 06:00 WIB
Pesawat Susi Air kecelakaan di Papua, Kamis (23/6/2022) pagi. Pesawat tersebut membawa enam penumpang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Foto: ANTARA/HO/Dokumen Pribadi
Jakarta -

Susi Pudjiastuti, pendiri maskapai Susi Air mengeluhkan harga avtur yang menjerat bisnis maskapai. Dia bilang bisnis maskapai saat ini sedang sulit-sulitnya.

Menurutnya, harga avtur jadi masalah utama yang membebani maskapainya saat ini. Dalam hitungan Susi, komponen avtur berkontribusi pada 28-34% pada pengoperasian pesawat propeller yang dioperasikan Susi Air. Harga avtur sudah naik 50% katanya.

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan itu memaparkan pada Januari avtur cuma Rp 12.000, namun saat ini sudah mencapai Rp 18.197 per liter.

"Jadi sudah naik Rp 6.200 itu berarti sudah 50% kenaikannya. Plus PPN nambah 10%," kata Susi dalam webinar dalam webinar Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi), ditulis Senin (18/7/2022).

Tidak cuma avtur, komponen lainnya yang juga mengalami kenaikan harga adalah biaya keperluan pemeliharaan alias MRO dan juga harga spare part impor yang makin mahal. Biayanya bertambah untuk uang transportasi dan logistik ke dan dari berbagai daerah pedalaman yang dilayani Susi Air.

Tekanan juga belum berakhir buat Susi, dia mengatakan harga sewa hanggar di bandara juga mengalami kenaikan dua kali lipat.

"Kemudian cost Angkasa Pura, contoh hanggar di Padang for no reason tahun ini naik dua kalinya, sama juga di Papua," kata Susi.

Keuangan maskapai Susi pun makin tertekan dengan deretan masalah tadi. Saking tertekannya, Susi bercerita maskapainya nekat menaikkan harga tiket pesawat Rp 100.000 per orang.

Seiring dengan kenaikan itu protes dari berbagai pihak pun langsung datang kepadanya. Dia mengaku Susi Air diancam ditutup Kementerian Perhubungan karena menaikkan harga tiket pesawat perintis. Susi pun tidak gentar.

"Bulan kemarin sudah tidak kuat keuangan kami. Saya terpaksa tiket perintis biasa Rp 250.000, saya tambah surcharge Rp 100.000. KPA (kuasa pemberian anggaran Kementerian Perhubungan) langsung ancam surat untuk men-shutdown. Shut down saja saya bilang," curhat Susi.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT