ADVERTISEMENT

Video Jokowi Marah Bilang Bodoh soal Impor Diputar di Depan Pengusaha Migas

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 16:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hingga Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memberikan pengarahan. Jokowi mengaku jengkel lantaran alat kesehatan hingga traktor masih dibeli secara impor.
Foto: Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengadakan acara Forum Kapasitas Nasional II 2022 di Jakarta Convention Center (JCC).

Di tengah-tengah acara, video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang geram karena Indonesia terlalu banyak impor diputar di depan para pengusaha Minyak dan Gas.

"(Uang rakyat) dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah, kemudian belanjanya produk impor. Bodoh sekali," bunyi cuplikan video Jokowi yang dikutip detikcom, Rabu (27/7/2022).

Jokowi menyebut kualitas orang Indonesia sebenarnya pintar. Namun, banyaknya impor yang dilakukan dianggap oleh Jokowi sebagai tindakan bodoh.

"Maaf kita ini pintar-pintar, tapi kalau caranya seperti itu (beli produk impor) bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya, ini APBN loh, ini uang APBD loh, belinya produk impor," sambung cuplikan video Jokowi.

Sebagai informasi, Forum Kapasitas Nasional II 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) digelar dua hari Rabu hingga Kamis. Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidatonya terkait kemandirian energi nasional.

Luhut menyebut diperlukan determinasi dan berpendirian untuk mencapai kemandirian energi nasional. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah melalui aksesibilitas, yaitu mendorong infrastruktur demi keterjangkauan energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan juga menyampaikan pidatonya. Airlangga berpendapat jika industri hulu migas dapat menjadi penolong pertumbuhan bagi sektor lainnya.

Sektor migas adalah sektor yang padat modal sehingga punya perputaran ekonomi yang besar. Hal tersebut berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sebagian dari industri nasional dari hulu migas harus dapat menjadi penolong pertumbuhan di sektor-sektor lainnya," ungkap Airlangga



Simak Video "Sindir Uang Negara Dipakai Beli Barang Impor, Jokowi: Bodoh Sekali Kita!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT