ADVERTISEMENT

Nunggu Aturan Keluar, Motor di Atas 250 cc Bakal Dilarang 'Minum' Pertalite

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2022 17:22 WIB
Antran pertalite di SPBU
Foto: Whisnu Pradana
Jakarta -

Pengaturan pembelian Pertalite diharapkan akan berjalan pada September mendatang. Pembatasan pembelian ini dilakukan setelah revisi Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 191 Tahun 2014 dan proses sosialisasi.

Rencananya, yang dilarang membeli Pertalite ialah mobil di atas 1.500 cc dan motor di atas 250 cc. Sejalan dengan itu, PT Pertamina (Persero) telah membuka pendaftaran Program Subsidi Tepat Sasaran di mana pendaftaran tersebut saat ini difokuskan untuk mobil.

Ke depan, Program Subsidi Tepat Sasaran ini akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang ditentukan pemerintah.

Lantas, apakah pembatasan pembelian Pertalite untuk motor ini akan diterapkan bersamaan?

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, pengaturan pembelian Pertalite untuk motor ini tergantung dari revisi Perpres.

"Kita tunggu revisi perpresnya, apakah nanti diatur juga untuk kendaraan motor," katanya kepada detikcom, Selasa (2/8/2022).

Ditanya pendaftaran untuk motor, ia menambahkan pihaknya sedang menunggu kepastian dari revisi aturan tersebut.

"Kendaraan motor nanti setelah ada kepastian revisi perpres. Saat ini kita fokus pendaftaran untuk kendaraan mobil dulu," katanya.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman berharap, pengaturan pembelian Pertalite bisa jalan September. Saleh mengatakan, belum ada perubahan terkait jenis kendaraan yang dilarang membeli Pertalite. Kendaraan yang dilarang membeli BBM RON 90 itu yakni mobil di atas 1.500 cc dan motor di atas 250 cc.

"Belum (ada perubahan), masih seperti yang sebelumnya di atas 1.500 tidak boleh dan motor di atas 250 cc," katanya.



Simak Video "Dear Pemilik Mobil Rental, Lakukan Ini Agar Penyewa Bisa Beli Pertalite"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT