ADVERTISEMENT

Ada Rembesan BBM di Proyek Pipa Cilacap-Bandung, Pertamina Turun Tangan

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 06 Agu 2022 19:34 WIB
Kantor Pertamina
Ilustrasi/Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) masih menyelidiki penyebab terjadinya rembesan Bahan Bakar minyak (BBM) di sekitar lokasi proyek pipa BBM Cilacap-Bandung (CB) 3, dusun Lengkong, Desa Jeruklegi Kulon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Kami bersama pihak Kerja Sama Operasional (KSO) PT Hutama Karya (Persero) dan PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa CB 3 masih melakukan investigasi terhadap penyebab rembesan itu," kata Area Manager Communication, Relation & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho, dikutip dari Antara, Sabtu (6/8/2022).

Brasto menjelaskan Pertamina telah melokalisasi area rembesan, yang dilanjutkan dengan penggalian tanah. Tujuannya adalah mencari titik kebocoran pada pipa BBM untuk kemudian dilakukan perbaikan. Rembesan yang terjadi pada Rabu (3/8) dini hari tersebut diketahui berasal dari pipa CB 1.

"Pipa CB 1 dan CB 2 yang ada saat ini merupakan pipa multifungsi. Pipa tersebut dapat digunakan untuk menyalurkan gasoline (Pertalite, Pertamax, dan sebagainya) maupun gasoil (Solar, Dex dan sebagainya) secara bergantian dari Cilacap menuju Bandung," kata Brasto.

Akibat terjadi rembesan, penyaluran BBM dari Cilacap menuju Bandung dialihkan melalui jalur pipa CB 2. Selain itu, rembesan menyebabkan Sungai Jambu di Dusun Lengkong tercemar gasoil dan gasoline.

"Kebetulan masih ada sisa-sisa gasoil yang ikut keluar bersama gasoline karena memang pipa tersebut multifungsi," ujar Brasto.

Menurut Brasto, Pertamina telah berupaya melakukan penanganan terhadap dampak rembesan BBM tersebut terhadap lingkungan. Salah satunya dengan melokalisasi dan menyedot BBM yang mengotori Sungai Jambu.

Selain itu, PT Hutama Karya (Persero) juga telah membuka posko pengaduan di Markas Kepolisian Sektor Jeruklegi.

"Posko tersebut mulai dibuka hari ini (6/8). Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan dan sebagainya terkait dengan rembesan BBM tersebut, silakan untuk datang langsung ke posko," kata Brasto.

Sementara itu Deputi Construction Manager PT Hutama Karya (Persero) Darmawan Setiadi mengatakan pihaknya telah menggali area rembesan BBM dengan menggunakan ekskavator.

"Targetnya hari ini (6/8) atau paling lambat besok (7/8) sudah akan dilakukan penutupan lubang itu. Jadi pipanya sudah ketemu, area sudah kami lokalisasi, sudah kami gali dengan excavator, rencana penebalannya 1-2 hari ini paling lambat, kami maksimalkan," katanya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT