Pak Rizal Ramli, Nggak Semua 120 Juta Sepeda Motor Itu Berhak Tenggak Pertalite

ADVERTISEMENT

Pak Rizal Ramli, Nggak Semua 120 Juta Sepeda Motor Itu Berhak Tenggak Pertalite

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 18:40 WIB
Warga Malang Raya Banyak Beralih ke Pertalite
Ilustrasi Antrean Pertalite (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Jakarta -

Ekonom senior Rizal Ramli mengungkap ada 120 juta pengguna sepeda motor menggunakan BBM Pertalite. Ratusan pengguna sepeda motor itu adalah masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Menanggapi itu, Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan bahwa mengutip dari data Korlantas Polri, jumlah total sepeda motor di Indonesia tidak sampai 120 juta. Kemudian dari total itupun, tidak semua sepeda motor menggunakan BBM Pertalite.

"Dari 120 juta (total di Indonesia) itu kan ada motor yang mewah, motor besar, motor yang memang kategori 250 cc atau 150 cc mereka bisa menggunakan Pertamax. Jadi saya kira tidak semua 120 itu menggunakan Pertalite. Pasti ada menggunakan Pertamax atau BBM di atasnya," katanya kepada detikcom, Senin (19/9/2022).

Jika merujuk pada keterangan Rizal Ramli yang mengatakan 120 juta sepeda motor menggunakan Pertalite dan 35 juta lagi menggunakan Pertamax. Artinya jumlah motor yang disebutkan sebanyak 155 juta.

"Jadi agak membingungkan, karena jumlah total sepeda motor di Indonesia hanya 120 juta atau bahkan kurang dari 120 juta. Jadi itu tidak semua menggunakan Pertalite, pasti juga ada yang masyarakat mampu," ungkapnya.

Kemudian, berkaitan total pengguna BBM Pertalite dari kendaraan. Mamit menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), yang mencatat bahwa dari total pengguna Pertalite, hanya 30% adalah roda dua dan 70% adalah kendaraan roda empat.

"Untuk roda dua, 97,8% adalah sepeda motor pribadi. Sisanya, 2,2% adalah ojek atau ojek online," tuturnya.

"Namun, kalau bicara tidak semuanya pengguna motor adalah masyarakat mampu. Saya setuju. Tidak semua," jelasnya.

Namun, kritik Rizal Ramli sepertinya perlu ditelaah lebih dalam. Utamanya terkait data yang digunakan. Bagaimana data sebenarnya? Buka halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT