ADVERTISEMENT

Mengintip PLTS di Atap Pabrik Gula, Bisa Hemat Listrik

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 16:16 WIB
Pabrik Gula Beratap PLTS
Foto: Pabrik Gula Beratap PLTS (Istimewa)
Jakarta -

Terkenal sebagai negara agraris, sejak dulu Indonesia memiliki tanah yang subur dan hasil pertanian serta perkebunan yang melimpah. Sejak masa Hindia Belanda, tebu menjadi sektor perkebunan yang tumbuh dengan pesat dibarengi dengan produksi gula.

Komoditas ini menjadi primadona bahkan selalu berada pada peringkat teratas dari sembilan komoditas ekspor lain. Namun, industri gula kini memiliki tantangan untuk meningkatkan produktivitas menghadapi perkembangan industri di tingkat domestik maupun global.

Menjawab tantangan bisnis pada industri gula serta menyongsong swasembada gula Indonesia, PT Kebon Agung, melalui unit produksinya Pabrik Gula (PG) Kebon Agung, terus melakukan inovasi salah satunya melalui pengembangan infrastruktur.

Berlokasi di Kabupaten Malang, sebagai pabrik gula berkapasitas terbesar di Pulau Jawa, PG Kebon Agung meningkatkan penggunaan energi terbarukan menjadi sebesar 95% melalui instalasi sistem PLTS berkapasitas 1 MWp yang berperan menjadi salah satu bauran energi terbarukan sebesar 3% dari total kebutuhan energi listrik PG Kebon Agung. Sebelumnya, PG Kebon Agung
memanfaatkan ampas tebu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biomass (PLTBm) yang dikonversi menjadi energi listrik berkapasitas 12,5 MWp.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Basilio Dias Araujo, dan juga Bupati Malang, H M Sanusi, pada hari Selasa, 20 September 2022 meresmikan teknologi sistem PLTS Atap 1 MWp milik PG Kebon Agung.

Sistem PLTS ini telah menjadi wujud penerapan operasional bisnis yang berkelanjutan pada industri gula di Indonesia. Direktur Utama PT Kebon Agung, Didid Taurisianto menjelaskan bahwa, Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di PG Kebon Agung merupakan bagian dari penerapan visi PT Kebon Agung, yaitu menjalankan aktivitas bisnis berwawasan lingkungan.

"Setelah memanfaatkan energi biomassa melalui ampas tebu, kami kembali memperkenalkan salah satu jenis energi bersih yakni energi surya sebagai salah satu sumber energi alternatif yang kami gunakan. Kami berharap ini dapat menjadi langkah inovasi yang mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan terhadap kegiatan operasional kami," jelas Didid.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT