Heboh Kompor Listrik Mau Geser LPG 3 Kg Ternyata Masih Uji Coba

ADVERTISEMENT

Heboh Kompor Listrik Mau Geser LPG 3 Kg Ternyata Masih Uji Coba

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 24 Sep 2022 10:30 WIB
Ilustrasi kompor induksi, kompor listrik
Heboh Kompor Listrik Geser LPG 3 Kg Ternyata Masih Uji Coba/Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta -

Kabar pemerintah mendorong penggunaan kompor induksi atau kompor listrik santer terdengar belakangan ini. Harapannya, penggunaan kompor listrik dapat menggeser penggunaan LPG 3 kilogram (kg).

Namun, upaya mendorong penggunaan kompor listrik ini belum menjadi program pemerintah, masih sebatas uji coba. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program konversi LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum berlaku tahun ini. Pertimbangan ini diambil setelah pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).

Ia pun menyampaikan program tersebut tidak akan diberlakukan tahun ini. "Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," katanya menambahkan.

Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR RI terkait program tersebut belum dibicarakan. Artinya belum ada persetujuan dari DPR RI.

Airlangga menambahkan, program kompor listrik induksi ini masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari 300.000 unit. Adapun uji coba ini dilaksanakan di Bali dan Solo. Menurut Airlangga, hasil dari uji coba akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

"Program kompor listrik induksi ini masih uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari rencana 300 ribu unit, yang akan dilaksanakan di Bali dan Solo. Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan," jelasnya.

Uji coba kompor listrik secara acak. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT