Ini Alasan Nicke Widyawati Ditunjuk Lagi Jadi Dirut Pertamina

ADVERTISEMENT

Ini Alasan Nicke Widyawati Ditunjuk Lagi Jadi Dirut Pertamina

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 13:55 WIB
Para pelanggan mendapat petunjuk penggunaan aplikasi My Pertamina di SPBU Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Senin (3/9/2018). Aplikasi tersebut sedang memberi undian khusus untuk BBM non subsidi dengan hadiah utama 61 paket umroh ke tanah suci.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Nicke Widyawati kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Dengan demikian, Nicke menjadi orang nomor satu di BUMN migas tersebut untuk kedua kalinya.

Dalam keterangan tertulis Pertamina, Senin (3/10/2022), disebutkan Nicke dinilai oleh pemegang saham mampu mengantarkan Pertamina menjalankan transformasi perusahaan sekaligus meraih kinerja terbaik sepanjang periode pertama kepemimpinannya yakni April 2018 hingga September 2022.

Sebagai pucuk pimpinan Pertamina, Nicke Widyawati juga diakui mampu mengkonsolidasikan kekuatan perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional dan menjalankan transisi energi dalam kondisi yang penuh tantangan yaitu pandemi COVID-19, konflik geopolitik, dan perubahan iklim.

Penetapan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No SK-199/MBU/09/2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina yang ditandatangani Senin, 19 September 2022 lalu.

"Saya berterima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina atas kerja keras dan dukungannya. Semoga dalam periode kedua ini kita dapat terus memperkuat konsolidasi untuk melanjutkan transformasi perusahaan," ucap Nicke.

Menurutnya, capaian yang telah ditorehkan di periode pertama merupakan landasan untuk menjalankan program dan mengejar target perusahaan pada periode keduanya.

Nicke Widyawati mengatakan, ia akan bergandengan tangan dengan seluruh jajaran direksi dan komisaris serta jajaran Pertamina melaksanakan tiga strategi utama di tahun ini yakni meningkatkan kinerja bisnis migas eksisting, menjalankan transisi energi, serta pengembangan energi baru terbarukan.

"Kami akan melanjutkan transisi energi dengan inisiatif dan agenda strategis untuk menjamin ketahanan energi di masa depan sekaligus mengejar aspirasi pemegang saham yakni mencapai market value sebesar US$ 100 billion," pungkas Nicke.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT