17 Lokasi Diusulkan Jadi Objek Vital Nasional Bidang Energi

17 Lokasi Diusulkan Jadi Objek Vital Nasional Bidang Energi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2022 18:00 WIB
Petugas melakukan inspeksi tanki timbun di Terminal BBM Makassar, Kamis (3/10/2019). Di Terminal BBM Makassar ini terdapat 23 tanki timbun BBM dengan kapasitas 92.000 KL.
Ilustrasi Terminal BBM. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sebanyak 17 lokasi diusulkan menjadi objek vital nasional (obvitnas) di bidang energi dan sumber daya mineral (ESDM). Mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 48 Tahun 2018, obvitnas bidang ESDM adalah kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis di bidang energi dan sumber daya mineral.

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Mirza Mahendra menjelaskan, obvitnas bidang ESDM harus memenuhi ciri-ciri yaitu menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan bencana terhadap kemanusiaan dan pembangunan, kekacauan transportasi dan komunikasi secara nasional dan/atau mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan pemerintah negara.

"Selain itu, harus memenuhi kriteria memiliki peranan strategis dalam menjamin pasokan minyak dan gas bumi nasional dan/atau memiliki peranan strategis dalam menjamin pasokan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, liquefied petroleum gas, liquefied natural gas, compressed natural gas dan/atau hasil olahan minyak dan gas bumi," kata Mirza seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Jumat (7/10/2022).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Wijayanto menambahkan, saat ini obvitnas bidang ESDM subbidang migas sesuai Kepmen ESDM No 202 Tahun 2021, terdapat 298 lokasi/instalasi yang telah ditetapkan sebagai obvitnas. Jumlah itu terdiri dari 92 lokasi sebagai obvitnas pada kegiatan hulu migas dengan 108 pengelola (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) dan 206 lokasi sebagai obvitnas pada kegiatan usaha hilir migas dengan 34 pengelola (BU).

Sedangkan untuk usulan obvitnas bidang ESDM subbidang migas tahun 2022 yaitu 19 lokasi yang terdiri dari 6 lokasi obvitnas pada kegiatan hulu migas dengan 6 pengelola dan 13 lokasi sebagai obvitnas pada kegiatan usaha hilir migas dengan 2 pengelola (BU).

ADVERTISEMENT

"Terdapat pengurangan sejumlah satu obvitnas eksisting yaitu Depot LPG Tanjung Priok yang disesuaikan/disatukan dengan obvitnas eksisting Fuel Terminal Jakarta Group," tambah Wijayanto.

Mewakili Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM, Sub Koordinator Pengamanan PPBMN Golfritz Sahat mengatakan, sesuai amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 48 Tahun 2018, evaluasi terhadap obvitnas harus secara berkala untuk memastikan pengamanannya mengingat keberadaan obvitnas yang strategis dan rawan terhadap gangguan keamanan.

Evaluasi dilakukan terhadap obvitnas yang baru maupun lama, atau obvitnas yang sudah tidak beroperasi lagi. Terhadap obvitnas yang sudah tidak beroperasi lagi, PPBMN selanjutnya akan menanyakan kepada Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas mengenai kepastian statusnya.

Selengkapnya 17 objek yang dievaluasi dan diusulkan ditetapkan sebagai obvitnas bidang ESDM sebagai berikut:

  1. Fuel Terminal Krueng Raya
  2. Fuel Terminal Lhokseumawe
  3. Fuel Terminal Meulaboh
  4. Fuel Terminal Sabang
  5. Fuel Terminal Simeulue
  6. Fuel Terminal Gunung Sitoli
  7. Fuel Terminal Kisaran
  8. Fuel Terminal Medan Group
  9. Fuel Terminal Pematang Siantar
  10. Fuel Terminal Sibolga
  11. Integrated Fuel Terminal Teluk Kabu
  12. Depot LPG Pangkalan Susu
  13. Depot LPG Tandem
  14. DPPU Minangkabau
  15. DPPU Sultan Iskandar Muda
  16. DPPU Polonia
  17. DPPU Hang Nadim
(acd/das)

Hide Ads