Luhut Vs JK soal Pekerja Proyek Nikel Banyak dari China, Begini Faktanya

ADVERTISEMENT

Luhut Vs JK soal Pekerja Proyek Nikel Banyak dari China, Begini Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 30 Okt 2022 18:00 WIB
Pekerja berada di dekat rangkaian gerbong Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Depo KCIC Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/10/2022). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan melaksanakan uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada November 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menepis pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) terkait pekerja proyek nikel banyak dari China. Informasi itu disebut tidak benar.

Lantas berapa sebenarnya tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di industri pertambangan mineral khususnya nikel?

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2021, terdapat lebih dari 3.000 TKA yang bekerja di industri mineral dan batu bara (minerba) Indonesia. Itu masih jauh lebih sedikit ketimbang total Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau lokal yang jumlahnya 23.857 orang.

"Pada 2021 dari data yang kami miliki terdapat 23.857 orang TKI di industri minerba, plus 3.121 orang TKA. Ini yang dapat menjadi perhatian kita semua," kata Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, dikutip Minggu (30/10/2022).

Jumlah tersebut sudah mencakup semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) pengolahan pemurnian atau industri smelter. "Kira-kira 1 banding 8 (TKA lebih sedikit dari TKI)," tambah Ridwan.

Sementara itu khusus industri nikel saja, jumlah yang bekerja tercatat sebanyak 21.691 orang TKI dan 3.054 TKA. Berdasarkan data ini berarti, jumlah TKA tidak lebih banyak dari TKI seperti yang dikatakan JK.

Sebelumnya JK bilang banyak pekerja asing asal China yang muncul di proyek smelter pengolahan nikel Indonesia.

"Ini (Indonesia) daerah kaya nikel, tapi yang kerja semua China, dari daratan sampai tukang las," ujar JK dalam peringatan HUT 70 Tahun Kalla Group di Kempinski Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

Pernyataan itu pun langsung dibantah Luhut. Dia mengakui bahwa saat awal konstruksi memang banyak TKA China untuk transfer teknologi, tetapi saat ini disebut sudah banyak tenaga kerja lokal di pabrik smelter.

"Itu nggak betul. Kalau waktu konstruksi dulu awal-awal 2014 ya, sekarang sudah banyak orang Indonesia. Pergi saja lihat ke sana," kata Luhut saat ditemui setelah acara gerakan #DemiIndonesia detikcom, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/10/2022) kemarin.

Saksikan juga Blak-blakan: Menjaga Soliditas, Memperbaiki Citra Polri

[Gambas:Video 20detik]



(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT