OPEC Beberkan Investasi Sektor Migas Global Butuh Rp 187 Kuadriliun!

ADVERTISEMENT

SKK Migas IOG Convention 2022

OPEC Beberkan Investasi Sektor Migas Global Butuh Rp 187 Kuadriliun!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 12:02 WIB
60 Tahun OPEC: Dulu Ditakuti Barat, Sekarang Hampir Sekarat
Foto: DW (News)
Nusa Dua -

Pengembangan sektor minyak dan gas bumi di seluruh dunia butuh investasi besar-besaran. Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menyatakan sektor migas butuh belasan triliun dolar Amerika Serikat hingga tahun 2045.

Senior Upstream Oil Industry Analyst OPEC, Mohammad A. Al Kazimi menjelaskan kebutuhan investasi sektor migas mencapai US$ 12,1 triliun atau mencapai Rp 187.200 triliun.

"Memang diperlukan investasi besar. Menatap tahun 2045, proyeksi kami menunjukkan bahwa investasi lebih dari US$ 12 triliun akan dibutuhkan di hulu, tengah, dan hilir," kata Al Kazimi dalam 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG), di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (24/11/2022).

Dalam paparannya memperlihatkan investasi sebesar itu dibagi menjadi 3 bagian. Mulai dari industri upstream, midstream, dan downstream pada sektor migas.

Di industri upstream atau hulu, kebutuhan investasinya paling besar mencapai US$ 9,5 triliun. Kemudian, kebutuhan di sektor downstream atau hilir mencapai US$ 1,6 triliun. Paling kecil untuk investasi di sektor midstream atau tengah mencapai US$ 1 triliun.

Al Kazimi menyatakan sektor migas harus tetap didanai dengan baik, karena dari sektor ini memiliki banyak sekali manfaat bagi pergerakan ekonomi di berbagai negara.

"Selain memasok sumber energi yang sangat diperlukan untuk gaya hidup kita, industri ini juga menyediakan banyak pekerjaan bergaji tinggi, berketerampilan tinggi, dan stabil," ungkap Ali Kazimi.

Di sisi lain, untuk kebutuhan investasi migas khusus hanya di Indonesia pun cukup besar. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan untuk industri hulu migas di Indonesia saja butuh investasi secara jangka panjang senilai US$ 179 miliar atau mencapai Rp 2.792 triliun.

"Kami perkirakan industri hulu migas membutuhkan investasi sebesar US$ 179 miliar," ungkap Dwi Soetjipto dalam pembukaan IOG 2022 Rabu (23/11/2022) Kemarin.

Menurutnya, industri hulu migas memiliki multiplier effect yang sangat besar. Tidak hanya dari proyeksi penerimaan negara saja, tetapi juga dari investasi dan uang beredar yang dapat berdampak besar terhadap upaya pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.



Simak Video "SKK Migas Optimis Capai Rencana Strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT