Ogah Rugi! Holding BUMN Tambang Minta Subsidi Batu Bara Demi Proyek DME

ADVERTISEMENT

Ogah Rugi! Holding BUMN Tambang Minta Subsidi Batu Bara Demi Proyek DME

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 12:07 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik/domestik market obligation (DMO)  sebesar 165,7 juta ton sedangkan sisanya 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.
Ilustrasi Batu Bara/Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

BUMN holding industri pertambangan, MIND ID tengah mengebut proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetyl ether (DME) melalui PT Bukit Asam Tbk di Muara Enim, Sumatera Selatan. Produk dari proyek ini digadang-gadang bisa menggantikan LPG sehingga bisa memangkas impor.

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan, proyek ini ditargetkan operasi pada kuartal IV-2027.

"COD direncanakan kuartal IV-2027," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Meski demikian, dia mengatakan, hingga saat ini belum ada regulasi yang mendukung pelaksanaan proyek DME. Ia berharap ada peraturan yang mendukung pelaksanaan proyek ini.

"Sampai sekarang progres yang terlaksana masih dalam negosiasi condition precedent, tapi yang penting belum adanya Perpres dan peraturan yang bisa mendukung pelaksanaan proyek ini secara optimal kepada PTBA," terangnya.

Selain itu, dia mengatakan, untuk mendukung pasokan batu bara perlu adanya subsidi. Dia bilang, dalam hal ini diusulkan agar subsidi ini dimasukkan ke dalam Badan Layanan Umum (BLU).

"Yang dibutuhkan antara lain juga bahwasanya supply fix stock batu bara itu membutuhkan subsidi dan yang diusulkan adalah dimasukkannya pasokan batu baranya ke dalam konsep BLU yang sedang diproses pemerintah," katanya.

Dengan demikian, kata dia, PTBA tidak menanggung kerugian secara ekonomis akibat komitmennya dalam proyek ini. "Dan juga penugasan yang dibutuhkan dari pemerintah kepada PTBA untuk bisa melaksanakan proyek ini," ungkapnya.

Lihat juga Video: Ada Proyek Pengganti LPG, Jokowi Sebut RI Hemat Rp 7 Triliun

[Gambas:Video 20detik]




(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT