7 Rekomendasi IOG Convention 2022 untuk Dukung Ketahanan Energi RI

ADVERTISEMENT

7 Rekomendasi IOG Convention 2022 untuk Dukung Ketahanan Energi RI

Dea Duta Aulia - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 16:00 WIB
Dwi Soetjipto
Foto: SKK Migas
Jakarta -

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan ada sejumlah rekomendasi dari 3rd International of Indonesia Upstream Oil and Gas (IOG) 2022. Adapun rekomendasi dari forum tersebut bertujuan untuk mendukung ketahanan energi menuju era dekarbonisasi.

Hal tersebut diungkapkan olehnya di acara penutupan 3rd International Convention of Indonesia Upstream Oil and Gas 2022, Jumat (25/11/2022).

"Kami mendapatkan input dan wawasan dari para pembicara, baik yang berasal dari Pemerintah, perwakilan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), organisasi di sektor energi global dan lainnya, termasuk dari Kepolisian Republik Indonesia. Intinya, semua pemangku kepentingan berkolaborasi demi mendukung ketahanan energi nasional melalui target 1 juta BOPD (Barrel of Oil Per Day) dan 12 BSCF (Billions of Standard Cubic Feet of Gas)," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).

Ia menuturkan ada tujuh rekomendasi dari pelaku industri hulu migas kepada Pemerintah Indonesia. Pertama, perlunya bertindak dengan rasa urgensi agar tujuan transisi energi dan keamanan energi bisa tercapai.

"Kedua, untuk membuka pengembangan lapangan marginal, KKKS membutuhkan fleksibilitas dalam skema PSC dan insentif yang tepat. Ketiga, pengembangan gas, termasuk CCS dan CCUS (Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage), merupakan salah satu solusi utama segera dalam upaya dekarbonisasi," katanya.

Untuk rekomendasi keempat, ia menuturkan perlunya mengaktifkan pengembangan CCS dan CCUS dalam skala besar serta komersial. Di mana perusahaan migas memerlukan dukungan pemerintah melalui insentif khusus, kebijakan yang relevan serta kolaborasi pendanaan yang luas.

Kelima, jika pemerintah ingin mendukung pengembangan proyek gas, industri harus mampu menangkap peluang selama pasar gas tinggi. Keenam, penghapusan komitmen pagar cincin dan pemulihan biaya eksplorasi akan meningkatkan pemasaran potensi hulu.

"Ketujuh, SKK Migas dan instansi pemerintah lainnya harus membantu percepatan perizinan melalui kebijakan one door service dan penyederhanaan prosedur," jelasnya.

Menurutnya, pelaku industri hulu migas juga perlu memperhatikan beberapa pesan dari sejumlah sejumlah pembicara yang hadir dalam acara tersebut.

Ia mencontohkan pesan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan misalnya yang meminta agar kegiatan hulu migas melakukan penyesuaian yang wajar terhadap Operasi Adaptasi Perubahan Iklim (CCAO), melalui pengelolaan energi dan CCS/CCUS.

Pesan serupa juga datang dari dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan Indonesia harus menerapkan teknologi rendah karbon dan pembiayaan hijau untuk peningkatan kapasitas. Peraturan pemerintah harus efektif dan kondusif untuk mempromosikan investasi yang berkelanjutan.

"Pak Airlangga juga mengharapkan SKK Migas untuk memimpin kolaborasi dan mensinergikan pemangku kepentingan untuk membuka pengembangan megaproyek seperti Masela dan IDD," kata Dwi.

Dwi mengatakan pesan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berisi mengenai informasi mengenai rencana pemerintah dalam mengoptimalkan gas bumi untuk transisi energi.

"Kementerian ESDM akan melaksanakan beberapa program strategis untuk gas, seperti perluasan penggunaan gas sebagai bahan bakar dan bahan baku industri, konversi solar menjadi gas, dan pengembangan jaringan pipa gas," kata Dwi.

Menurutnya, pesan-pesan kunci dari para menteri menunjukkan sikap pemerintah dalam menyusun kebijakan yang menyeimbangkan kebutuhan untuk meningkatkan produksi migas dan mencapai target emisi nol bersih. Pemerintah telah mengakomodasi sebagian dari sudut pandang industri.

"Lebih banyak wawasan dipersilakan, tetapi para pelaku bisnis harus menunjukkan upaya terbaik mereka untuk mengoptimalkan kontribusi sektor kita," tutupnya.



Simak Video "SKK Migas Optimis Capai Rencana Strategis Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT