BBM Pertalite Dicampur Bioetanol Bisa Jadi Setara Pertamax

ADVERTISEMENT

BBM Pertalite Dicampur Bioetanol Bisa Jadi Setara Pertamax

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 07 Des 2022 18:15 WIB
Pihak PT Pertamina (Persero) sedang mengkaji terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. Nantinya, harga BBM RON 92 itu bakal mengalami kenaikan.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama tim riset Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung US Grains Council (USGC) menyusun peta jalan strategis untuk percepatan implementasi bioetanol di Indonesia.

Kajian ini disusun sejak 2021, guna mendukung program implementasi penggunaan bioetanol pada bahan bakar untuk kendaraan bermotor dan mempersiapkan industri Bioetanol di Indonesia.

"Presiden Jokowi November lalu telah meluncurkan program Bioetanol tebu, untuk mendukung ketahanan energi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas inisiasi tim riset ITB untuk membuat kajian peta jalan percepatan implementasi Bioetanol," ujar Direktur Bioenergi Edi Wibowo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (6/12/2022).

Di tengah potensi bioetanol yang besar, rendahnya tingkat produksi menjadi tantangan. Edi mengungkapkan total produksi bioetanol fuel grade baru mencapai 40.000 KL per tahun. Jumlah ini jauh di bawah kebutuhan 696.000 KL per tahun untuk pengimplementasian tahap awal di daerah Jawa Timur dan Jakarta.

"Pasokan yang tersedia dari PT Enero dan PT Molindo sebagai produsen bioetanol fuel grade baru dapat memasok sekitar 5.7% saja kebutuhan Jawa Timur dan Jakarta. Artinya dari sisi supply harus ditingkatkan," jelas Edi.

Sementara itu, roadmap ITB mempersiapkan pengimplementasian bioetanol dengan target jangka pendek selama tiga tahun, menengah lima tahun, dan panjang. Adapun target jangka-pendek dari roadmap dimulai dengan introduksi campuran 5% etanol atau E5 secara terbatas di provinsi DKI Jakarta dan Surabaya.

Campuran E5 etanol dapat dimasukkan ke dalam BBM jenis Pertalite sehingga kualitas RON meningkat setara Pertamax.

"Nantinya hasil campuran ini akan menjadi produk Pertamax E-5," ujar pakar bioenergi ITB Prof. Tatang Hernas Soerawidjaja.

Pemerintah disarankan bentuk BLU. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT