Prabowo di AS Pamer Tutup 1.000 Tambang Ilegal: Kami Menegakkan Hukum

Prabowo di AS Pamer Tutup 1.000 Tambang Ilegal: Kami Menegakkan Hukum

Herdi Alif Al Hikam, Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 19 Feb 2026 09:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh terkait penyelundupan, pertambangan ilegal, perikanan liar, dan penebangan liar.

"Kami tahu kami memiliki banyak masalah. Kami memiliki masalah penyelundupan, perdagangan manusia, aktivitas ekonomi ilegal, pertambangan liar, perikanan liar, dan penebangan liar," kata Prabowo dalam acara Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.

Meski begitu, di hadapan para pengusaha Amerika Serikat (AS) dan Indonesia, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas berbagai aktivitas ekonomi ilegal tersebut. Hal ini terlihat dari langkah pemerintah dalam menindak 1.000 tambang ilegal di berbagai wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya menutup tambang-tambang ilegal, Prabowo mengatakan pemerintah juga sudah menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan peraturan, semisal beroperasi di luar area izin atau konsesi mereka.

"Kami menangani masalah kami secara langsung. Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum. Saya rasa ini semua akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan bisnis dan ekonomi," tegas Prabowo.

Simak juga Video 'Pria Bawa Shotgun Ditangkap saat Lari ke Arah Gedung Capitol AS':

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads