Ngggak Cuma AS, India Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Incaran Dunia

Ngggak Cuma AS, India Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Incaran Dunia

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 27 Feb 2026 16:55 WIB
Indonesia disebut memiliki 512 titik harta karun yang tersebar di tambang timah. Harta karun ini disebut-disebut mempunyai nilai investasi yang sangat besar dan dunia pun sedang berlomba-lomba mencarinya.
Ilustrasi pengolahan logam tanah jarang atau rare earth.Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan India dalam pengembangan critical mineral atau mineral kritis serta fasilitas dalam mendukung produksi baja.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung usai dirinya bertemu dengan Sandeep Poundrik, Secretary, Ministry of Steel, Government of India beberapa waktu lalu.

Yuliot mengatakan langkah ini guna memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama kedua negara. Nantinya jika sudah sama-sama sepakat akan ditandatangani ditingkat Menteri.

"Kita membahas banyak aspek. Ini kan salah satu yang mereka tanyakan adalah bagaimana untuk peningkatan kerja sama yang dituangkan di dalam bentuk perjanjian itu atau MoU kerja sama," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Yuliot bilang dalam MoU tersebut pemerintah India akan mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor industri logam.

"Jadi di situ kerja sama itu adalah dari India, mereka juga akan mendorong investasi perusahaan-perusahaan India untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama di industri logam," ujar Yuliot.

Selain itu, kedua negara akan menjajaki pengembangan kelanjutan dari industri logam menjadi peralatan dan barang modal yang dapat diproduksi bersama.

"Kemudian itu juga dari sisi pemanfaatan, itu juga ada kelanjutan hilirisasi nya dari industri logam itu untuk peralatan-peralatan atau industri barang modal apa yang bisa sama-sama dikembangkan," katanya.

Pembahasan terakhir kata Yuliot yakni adanya kerja sama pengembangan barang-barang modal dalam bentuk riset dan inovasi yang lebih efisien dalam pemanfaatannya nanti.

"Dari India itu akan menyampaikan draf MoU yang kemudian kita juga akan konsultasi dengan Kementerian Luar Negeri yang terkait dengan kerangka MoU yang akan dibahas dan juga akan ditindaklanjuti penandatanganan antar menteri, Menteri ESDM dengan Menteri Logam India," terangnya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads