PT Chandra Asri Pacific Tbk buka-bukaan soal keadaan kahar atau force majeure yang diumumkan kepada pelanggannya. Keadaan kahar ini mempertimbangkan kondisi perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat, Suryandi mengatakan konflik yang terjadi antara Iran dan AS dengan sekutunya Israel telah memicu ditutupnya Selat Hormuz. Hal ini berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok.
"Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku," papar Suryandi dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (4/3/2026).
Pengumuman keadaan kahar merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.
Suryandi mengatakan pihaknya secara aktif masih memantau perkembangan situasi konflik antara AS dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami.
"Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami. Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini," sebut Suryandi.
Dalam kondisi geopolitik global yang dinamis ini, Chandra Asri berkomitmen menjaga kesinambungan operasional ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha.
Tonton juga video "Beda Alasan Trump dan Menlu AS soal Serangan ke Iran"
(hal/ara)