Garda Revolusi Iran melarang keras kapal tanker minyak melintas di perairan Selat Hormuz. Bahkan pasukan militer Iran ini tak mengizinkan satu liter minyak dikirim dari Timur Tengah jika Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan ke Teheran.
Larangan ini kembali memicu kecaman dari Presiden AS Donald Trump. Trump bahkan melancarkan serangan yang jauh lebih besar jika Iran bersikeras memblokir ekspor di wilayah tersebut.
Tanggapan ini disebut akan memicu kembali kenaikan harga minyak setelah turun signifikan, usai Trump menyebut perang AS-Israel dengan Iran akan berakhir kurang dari empat minggu. Namun, Trump menyebut, perang hanya dapat berakhir dengan pemerintah Iran yang patuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengklaim, AS telah menimbulkan kerusakan serius pada militer Iran sejak meletusnya perang pada Sabtu (28/2). Sejumlah pejabat AS juga mengatakan, serangan terhadap Iran ditujukan untuk menghancurkan kemampuan rudal dan program nuklir Teheran.
"Kita akan menyerang mereka begitu keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk memulihkan wilayah itu," kata Trump dikutip dari Reuters, Selasa (10/3/2026).
Sebagai informasi, Iran telah menutup perairan Selat Hormuz sejak serangan AS-Israel beberapa waktu lalu. Imbasnya, kapal tanker tidak dapat berlayar lebih dari seminggu dan memaksa produsen minyak menghentikan produksi karena fasilitas penyimpanan penuh.
Kemudian Iran mengumumkan pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pengganti Ali Khamenei yang menyebabkan pasar minyak melonjak dan pasar saham anjlok. Pada saat yang sama, Trump memberi sinyal perang dengan Iran akan segera berakhir.
Selain itu, Trump juga dikabarkan telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencabut sanksi minyak terhadap beberapa negara untuk meringankan kekurangan pasokan.
Menurut beberapa sumber, hal tersebut diartikan sebagai pelonggaran sanksi terhadap minyak Rusia. Sementara opsi lainnya, kemungkinan pelepasan minyak dari cadangan strategis atau pembatasan ekspor AS.
Harga minyak mentah Brent berjangka pun turun lebih dari 10% usai kabar tersebut. Selain itu, pasar saham global mulai tercatat pulih.
Tonton juga video "Iran Ogah Negosiasi Lagi dengan Amerika Serikat!"
(ahi/ara)










































