Mendagri Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Kalimantan Barat

Mendagri Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Kalimantan Barat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 25 Mar 2026 14:06 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Foto: dok. Kemendagri
Jakarta -

Antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi di Kalimantan Barat beberapa waktu terakhir. Antrean terjadi di beberapa kabupaten atau kota mulai dari Pontianak, Singkawang, hingga Bengkayang.

Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, antrean panjang di SPBU terjadi salah satunya karena dua kepala daerah mengeluarkan surat edaran membatasi pembelian BBM. Hal ini terjadi di Singkawang dan Bengkayang.

Mulanya antrean panjang pengisian BBM terjadi di beberapa kota besar di Kalimantan Barat. Merespons hal itu pemerintah daerah di Singkawang dan Bengkayang mengeluarkan surat edaran pembatasan pembelian BBM. Setelah surat edaran keluar, justru antrean makin panjang karena masyarakat melakukan panic buying.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat, kata Tito, justru melihat surat edaran ini sebagai sinyal kurangnya stok BBM. Maka dari itu panic buying terjadi.

"Untuk mengurangi antrean, maka dua kepala daerah ini mengeluarkan suara edaran dan membatasi pengisian BBM sejumlah tertentu. Yang terjadi, diterjemahkan, 'oh berarti ini BBM akan kurang,' gitu. Akhirnya malah makin panjang. Nah, dengan dasar itu, terjadi panic buying malah," kata Tito di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Melihat hal tersebut, Tito langsung meminta kepala daerah mencabut surat edaran. Kemudian, masyarakat dijelaskan bahwa stok BBM dan LPG masih cukup.

"Karena adanya panic buying itu, saya segera menghubungi mereka untuk mencabut. Mencabut suara edaran. Ya, begitu dicabut, dan berikan penjelasan ke publik bahwa stok BBM gas semua aman, cukup, masyarakat nggak perlu khawatir. Itu yang perlu disampaikan ke publik," sebut Tito.

Sebelumnya, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM. Sejak malam takbiran 20 Maret 2026, suplai BBM ke SPBU di wilayah Kalimantan Barat ditingkatkan.

Sejumlah SPBU di Kota Pontianak dioperasikan 24 jam untuk mengurangi antrean. Per 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan dilaporkan mulai membaik.

"Pemerintah, sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan, dan hasilnya sesuai standar Pemerintah,.sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman. BPH Migas juga mengapresiasi kinerja seluruh Perwira Pertamina yang siaga 24 jam untuk mengamankan stok dan distribusi BBM," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut penyaluran BBM di wilayahnya secara umum berjalan lancar.

"Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten. Bengkayang dalam kondisi sedang, sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat," tutur Widhi dalam keterangan yang sama.

Ia merinci, selama periode Satgas 9-22 Maret, penyaluran BBM di Kalbar tercatat rata-rata 2.749 KL per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series atau naik 19,8% dari kondisi normal, dengan puncak kenaikan 54% pada 20 Maret. Sementara itu, penyaluran Solar tercatat 1.420 KL per hari atau turun 3,7%, dengan kenaikan tertinggi 20% pada 18 Maret.

Lihat juga Video: Stok BBM Aman, Bahlil Minta Masyarakat Jangan Panic Buying

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads