×
Ad

Harga Minyak Dunia Tiba-tiba Anjlok!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 08:15 WIB
Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Penurunan tensi perang ini memungkinkan Selat Hormuz dibuka dengan aman untuk jalur logistik energi.

Sejalan dengan gencatan yang terjadi, harga minyak langsung anjlok setelah meroket pesat di tengah perang. Dilansir dari CNBC, Kamis (9/4/2026), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei turun lebih dari 16% menjadi US$ 94,41 per barel. Ini merupakan penurunan harga terbesar sejak April 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Tak jauh berbeda, harga minyak mentah berjangka Brent internasional untuk pengiriman Juni juga turun sampai sekitar 13% menjadi US$ 94,75 per barel.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan gencatan senjata dua minggu itu bergantung pada persetujuan Iran untuk pembukaan Selat Hormuz secara penuh. AS juga akan menerima proposal 10 poin dari Iran yang merupakan dasar yang dapat diterapkan untuk negosiasi.

"Hampir semua poin perselisihan masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan Teheran akan membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.

"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kita yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Gencatan senjata ini terjadi kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu pukul 8 malam waktu AS, Selasa 7 April kemarin. Itu merupakan tenggat waktu yang ditetapkan Trump agar Iran membuka kembali selat tersebut. Trump mengancam akan membom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika para pemimpinnya tidak memenuhi tenggat waktu tersebut.

Namun, kesepakatan tentang jalur aman tampaknya mulai goyang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata. Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz kabarnya kembali dihentikan karena Israel terus menyerang Lebanon. Laporan itu didapatkan langsung dari kantor berita negara Iran, Fars.

Menurut data dari Kpler, lalu lintas kapal belum meningkat di atas jumlah kapal harian yang telah melakukan perjalanan sepanjang perang,

"Kita mungkin hanya akan melihat 10-15 [kapal] mengingat Iran masih memeriksa siapa yang boleh lewat: itu akan menjadi kecepatan yang mirip dengan yang terlihat dalam beberapa hari terakhir," kata Matt Smith, seorang analis minyak di Kpler.

Simak juga Video 'Ketua Banggar DPR Yakin Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik Signifikan':




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork