×
Ad

44 Ribu Ton LPG Masuk Kalbut, Pasokan Dikirim ke Gresik hingga Surabaya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 12 Apr 2026 16:31 WIB
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Pasokan LPG sebanyak 44.839 metrik ton masuk ke fasilitas Ship-to-Ship (STS) Kalbut di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur, pada 8 April 2026. Muatan tersebut selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah.

Rinciannya, Gresik menerima 10.000 metrik ton ditambah suplai 1.000 metrik ton dari kilang TPPI. Surabaya mendapat 8.000 metrik ton dan masih dalam proses bongkar. Sementara Banyuwangi menerima 2.500 metrik ton.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengatakan distribusi LPG menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus tersalurkan dan terdistribusi secara merata. Melalui dukungan infrastruktur seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional," ujar Roberth.

Distribusi LPG dilakukan melalui jalur laut dan darat, mulai dari armada kapal hingga skid tank. Pengawasan juga dilakukan di SPPBE, agen, dan pangkalan untuk menjaga ketersediaan stok.

STS Kalbut berfungsi sebagai titik transfer LPG dari kapal induk ke kapal yang lebih kecil untuk didistribusikan ke berbagai daerah. Fasilitas ini telah beroperasi sejak 1995 dan menjadi bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyebut STS Kalbut melayani distribusi ke berbagai wilayah.

"Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi Indonesia yang menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi," ujarnya.

Di wilayah Jatimbalinus, distribusi LPG dari Kalbut menjangkau sejumlah terminal, antara lain Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima, dengan kapasitas suplai antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork