×
Ad

Bahlil Ungkap 3 Jurus RI Hadapi Ancaman Krisis Energi

Herdi Alif Al Hikam, Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 15:28 WIB
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Eva/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi demi menjaga stabilitas energi di tengah ancaman krisis global imbas defisit pasokan serta kenaikan harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ada tiga fokus utama yang dilakukan pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis energi global.

"Kita itu ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang," ujar Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Pertama, pemerintah akan mengoptimalkan lifting minyak demi meningkatkan produksi dalam negeri. Pemerintah menargetkan mengangkat minyak nasional sebesar 610 ribu barel per hari (bph) pada tahun 2026. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Kedua, melakukan diversifikasi energi melalui program mandatori biodiesel. Bahlil menyebut pengembangan B50 menjadi kunci penting untuk memangkas impor solar secara signifikan.

"B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E, untuk bensin. Etanol, E20. Itu adalah bagian salah satu strategi," tambah Bahlil.

Bahlil mengatakan, pihaknya mencari formulasi demi mencapai mode bertahan di tengah ketidakpastian global. Fokus utamanya, yakni memaksimalkan segala sumber daya yang ada di dalam negeri untuk menekan ketergantungan impor.

"Karena di era geopolitik yang tidak menentu, kita harus mencari formulasi untuk mencapai survival mode. Semua produksi yang ada di dalam negeri, itu yang kita prioritaskan," imbuh Bahlil.




(rea/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork