×
Ad

Selat Hormuz Bikin Panik Energi Global, Bos The Fed Beri Peringatan Keras

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2026 21:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kepala Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Dallas, Lorie Logan mengatakan dunia perlu mengurangi penggunaan minyak dan gas apabila Selat Hormuz tetap ditutup dalam waktu lama akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Iran sendiri telah melakukan penutupan Selat Hormuz selama tiga bulan. Kondisi ini membuat naiknya harga energi, pangan, dan pupuk.

"Dengan pasokan yang sangat terbatas, jika pengiriman melalui selat tersebut tidak segera kembali ke tingkat sebelum perang, konsumsi minyak dan gas alam dunia mungkin perlu turun lebih signifikan daripada yang telah terjadi sejauh ini," kata Logan dikutip dari Reuters, Kamis (28/5/2026).

Logam menambahkan, dampak ekonomi nantinya akan bergantung terhadap seberapa jauh negara-negara dan pelaku industri beralih ke energi baru terbarukan dan mengurangi penggunaan minyak dan gas dibandingkan mereka haru mengurangi aktivitas kegiatan ekonominya.

"Konsekuensi ekonominya akan bergantung pada sejauh mana pengguna akhir dapat beralih ke sumber energi lain atau menggunakan energi secara lebih efisien, dibandingkan dengan mengurangi aktivitas ekonomi," katanya.

Ia juga mengungkapkan hasil survei dari perusahaan minyak AS yang memperkirakan produksi minyak AS hanya akan meningkat seperempat juta barel per hari tahun ini, dan hanya setengah juta barel per hari tahun depan.

Kondisi ini dinilai akan mengakibatkan kekurangan pasokan minyak dan gas. Pasalnya, akibat perang tersebut telah memangkas 13 juta barel per hari.

"Bagaimanapun juga, saya memperkirakan pasar energi akan mencapai keseimbangan kasar dalam waktu dekat. Jika molekul-molekul itu tidak tersedia, dunia tidak dapat mengonsumsinya," ujarnya.




(hrp/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork