×
Ad

Prabowo Ungkap Biang Kerok Perang di Timur Tengah: Banyak Migas & Mineral

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 16:15 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat di depan para pimpinan TNI-Polri yang digelar pertama kalinya di Istana, Jakarta. (dok. IG @sekretariat.kabinet)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto bicara soal biang kerok perang terus terjadi di wilayah Timur Tengah. Perang yang terjadi di wilayah tersebut, kata Prabowo, terjadi karena melimpahnya sumber daya alam strategis seperti minyak, gas, dan berbagai mineral lain.

Dengan melimpahnya sumber daya alam di wilayah tersebut, maka hal ini menjadi pusat perebutan kepentingan selama bertahun-tahun yang menyebabkan konflik terus berulang.

"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuk lah perang sudah ratusan tahun di situ," ujar Prabowo dalam pertemuan dengan jajaran Kadin Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Hal yang sama kata Prabowo juga terjadi di Indonesia. Pasalnya, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Dengan kekayaan yang Indonesia punya, maka banyak pihak ingin merebut kekayaan tersebut.

Misalnya saja di tahun 1500-1600 saat Indonesia dijajah bangsa lain, banyak sekali bangsa Eropa yang berebut rempah yang menjadi komoditas krusial.

"Kalau tahun 1500-an, 1600-an ya, itu rempah-rempah menjadi komoditas krusial, kritikal. Kenapa? Belum ada kulkas, belum ada refrigerator. Jadi kalau mau punya angkatan laut yang kuat, kapal mau berlayar dua minggu, dia perlu rempah-rempah supaya makanan itu tidak busuk," terang Prabowo.

"Dan dia butuh kayu, kayu-kayu yang cocok untuk di laut. Ada di Nusantara ini. Jadi mereka semua cari kita, Nusantara ini, untuk rempah-rempah dan untuk kayu," lanjutnya.

Prabowo pun mengingatkan sejarah ini harusnya membuat Indonesia belajar agar kekayaan Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Bukan lagi dijarah oleh bangsa lain.

"Nah, ini yang kita tidak sadari atau kita sadari tapi kita mungkin nggak mau belajar. Jadi saudara-saudara, ini bisa juga dikatakan the curse, ya. Orang yang diberi, atau negara, ataupun kawasan di bumi yang diberi sumber alam yang begitu kaya, sering menjadi sasaran," pungkas Prabowo.




(hrp/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork